Masuk

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Netizen Sebut Mustofa Nahrawardaya Tukang Bohong : Uang Rp100 Gede

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya sempat menceritakan bahwa waktu kecil dirinya sering iseng mengambil uang dalam sesajen, menanggapi kasus seorang pria yang menendang dan membuang sesajen milik warga di Lumajang, Jawa Timur viral. 

Mustofa Mengaku saat kecil, dirinya suka menyisir sesajen yang diletakan warga dan mengambil uang dalam sesajen. 

“Dulu, jaman saya masih anak-anak, di kampung suka ada sesajen di pohon-pohon besar. Saya rajin menyisirnya. Untuk ambil uang 100 perak yang biasanya ada di dalam sesajen,” ujar Mustofa lewat Twitter pribadinya, @TofaTofa_id, Selasa, 11 Januari 2022, dikutip dari voi.id. 

Baca Juga: Politisi Partai Ummat EGP Soal Bharada E, Pertanyakan Kebenaran Pelecehan Brigadir J Terhadap Istri Sambo

Tidak hanya satu lokasi, aksi ini dilakukan Mustofa di beberapa titik tempat sesajen diletakan.

“Jadi kalau 10 tempat, udah dapat Rp.1000. Makin banyak sajen, makin asyik. Tapi itu tahun 70-an,” timpal Mustofa.

Adapun kisah masa kecilnya itu Mustofa lontarkan menanggapi cuitan seorang netizen yang juga menyinggung soal sesajen. 

Baca Juga: Dedek Prayudi Sebut Karakter Kepemimpinan Ganjar Pranowo Sesuai Cita-Cita Pancasila

Awalnya Mustofa meminta kepada netizen yang beragama Islam untuk menjauhi sesajen. 

“Yang ber-agama Islam, jauhi sesajen ya,” cuit Mustofa. 

Kemudian, uggahan Mustofa itu sontak menuai pro dan kontra dari para netizen. 

Selain itu, pegiat media sosial, Dedek Prayudi alias Uki turut menanggapi kicauan Mustofa yang mengaku sewaktu kecil rajin mengambil uang yang ditaruh di nampan sesajen itu. 

Baca Juga: Menohok! Dedek Prayudi ke Anwar Abbas: Yang Kita Tidak Butuh Itu Pemuka Agama Bermental Politikus

Lewat cuitannya di Twitter, Selasa 11 Januari 2022, Uki pun mengaku heran dengan pengakuan Mustofa Nahrawardaya itu yang seolah bangga sudah menjadi maling uang sesajen sejak kecil. 

“Bangga banget udah jadi maling sejak kecil,” tulis Uki dalam cuitannya itu. 

Tak sampai disitu saja, bak istilah ‘sudah jatuh tertimpa tangga’, Mustofa lagi-lagi mendapat nyinyiran dari para pengguna media sosial. 

Menurut netizen, cerita yang disampaikan Mustofa itu tidak masuk akal alias cerita bohong. 

Pasalnya, aktivis pegiat media sosial itu diketahui lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 12 Juli 1972.  

Dalam cerita itu Mustofa menyebut dirinya sering mengambil uang Rp100 dari sesajen pada tahun 70-an. 

Beberapa netizen juga menyebut bahwa uang 100 perak pada masa itu nilainya lumayan besar. 

“Tahun 70 an duit 100perak itu nilainya besar loh sumpah. Bukan duit receh samasekali di tahun 70an,” komentar akun bernama @qodoxngorex.

“Jelas bohong banget, dgn rentang usia 5-7 tahun dan bisa keleleran cari  uang saje Rp100 (jaman 70an nilainya udah gede) apalagi bisa mengumpulkan sampai Rp1000 (itu bisa utk hidup sekeluarga beberapa hari) saat itu harga beras Rp50/kg,” timpal akun @Genesis7173. 

“Iya intinya tofa tofa ini jelas pembohong. Tukang ngarang cerita untuk nafsu syahwat politik!,” tulis akun bernama @budionopixel.