Terkini.id, Jakarta – Pakar hukum, Refly Harun dipolisikan terkait tayangan videonya bareng Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur. Dalam video itu, Gus Nur telah menghina Nadhlatul Ulama (NU).
Adanya laporan terhadap Refly Harun dibenarkan Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi.
“Iya betul ada (laporan) itu,” kata Slamet, Minggu 20 Desember 2020 seperti dikutip dari Detik.com.
Hal senada juga disampaikan Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan. Ia mengatakan bahwa laporan terhadap Refly tersebut masih dipelajari oleh pihaknya.
“Masih dipelajari dulu,” ujar Ahmad.
- Hangatkan Ramadan, Kadis PPKB Makassar Hadiri Bukber Bersama Makassar Metro Network
- Dinas Koperasi Makassar Supervisi RAT Koperasi Merah Putih Pisang Utara, Perkuat Tata Kelola Transparan
- OJK Sulselbar Buka Lomba Video Ramadan 2026, Kesempatan Kreator Kampanyekan Keuangan Syariah
- Meski Lahir di Luar Negeri, Status WNI Tetap Ada: Dukcapil Makassar Ajak Orang Tua Catatkan Identitas Anak
- Sebar Kebaikan Ramadan, Pertamina Patra Niaga Sulawesi dan Mitra Bagikan 3.300 Takjil Gratis
Adapun pelaporan itu telah terdaftar dengan nomor LP/B/0709/XII/2020/BARESKRIM. Dalam laporan itu, tertera nama pelapor Refly Harun yakni Febrianto Dunggio.
Dalam laporan tersebut, Refly diduga melakukan kebencian atau permusuhan individu dan/atau antar golongan (SARA) dan/atau pencemaran nama baik ke seluruh rakyat Indonesia, khususnya Nahdlatul Ulama (NU).
Pelaporan itu memuat dugaan pelanggaran Pasal 28 ayat 2 dan/atau Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Diketahui, Gus Nur telah ditangkap Bareskrim Polri terkait kasus penghinaan terhadap ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).
Penghinaan itu dilontarkan Gus Nur lewat tayangan video yang dibagikan kanal Youtube MUNJIAT Channel pada Oktober 2020, lalu.
Dalam tayangan itu, Gus Nur tampak berbincang dengan Refly Harun. Ia pun melontarkan ucapan hinaan terhadap NU dengan menyebut bahwa NU dihuni PKI.
“Jadi saya kok pusing dengerin di bus yang namanya NU ini. Ya tadi itu, bisa jadi keneknya Abu Janda. Bisa jadi kondekturnya Gus Yaqut. Dan sopirnya KH Aqil Siradj. Penumpangnya liberal, sekuler, PKI di situ numpuk,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
