Refly Harun Tak Percaya Munarman Jahat, Ferdinand: Refresh Sedikit Otakmu

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean menanggapi sebuah foto tangkapan layar pemberitaan yang menyebut pakar hukum tata negara Refly Harun tak percaya jika eks Sekretaris FPI Munarman adalah orang jahat.

Ferdinand Hutahaean pun lewat cuitannya di Twitter, Minggu 10 Oktober 2021, menegaskan bahwa hukum di Indonesia tak butuh kepercayaan dari Refly Harun bahwa Munarman bukan orang jahat.

“Ref, hukum di negara ini tak butuh kau percaya atau tidak…!!,” cuit Ferdinand Hutahaean.

Baca Juga: Habib Bahar Disamakan dengan Jenderal Sudirman, Ferdinand: Kok Ada Orang...

Ia pun mengaku tak masalah apabila Refly tidak mempercayai Munarman sebagai orang jahat lantaran diduga terlibat aksi terorisme.

Akan tetapi, kata Ferdinand, pihaknya meyakini bahwa mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) itu memang terlibat terorisme.

Baca Juga: Ferdinand Hutahaean Bicara Soal Reuni 212, Netizen: Manusia Dungu Melawak

Selain itu, Ferdinand Hutahaean juga percaya bahwa Refly Harun perlu sedikit menyegarkan otaknya.

“Tapi kalau soal percaya atau tidak, silahkan saja karena kami percaya Munarman terlibat terorisme dan saya juga percaya kau perlu refreshing otak sedikit,” tegasnya.

Dilansir dari Faktakini, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menanggapi kasus Mantan Sekretaris Umum FPI Munarman yang akan menjalani proses persidangan.

Baca Juga: Ferdinand Hutahaean Bicara Soal Reuni 212, Netizen: Manusia Dungu Melawak

“Kasian juga, ditangkap 27 April sekarang Oktober hampir enam bulan kasusnya menggantung begitu saja. Sementara orangnya sudah ditangkap, sudah diperlakukan sebagai terduga terorisme,” ujar Refly lewat tayangan videonya di kanal Youtube pribadinya.

Lebih lanjut, Refly Harun juga mengaku tak percaya jika Munarman adalah orang jahat dan terlibat aksi terorisme.

“Hati kecil saya gak percaya kalau Munarman jahat, ya kalau dia mengkritik pemerintah itu memang sikap kritis dan pilihan perjuangannya. Tapi kalau terlibat dalam terorisme, ngebom sana ngebom sini, bunuh sana bunuh sini, gak percaya rasanya,” ujarnya.

Bagikan