Terkini.id, Jakarta – Ahli Hukum Tata Negara, yakni Refly Harun, belum lama ini membeberkan analisisnya usai PAN merapat ke kubu Pemerintah.
Seperti diketahui, PAN alias Partai Amanat Nasional telah bergabung masuk ke dalam koalisi pemerintahan Presiden Jokowi.
Menanggapi hal itu, Refly Harun tak tinggal diam. Ia lantas membeberkan skenario terburuk setelah bergabungnya PAN tersebut.
Menurutnya, akan ada permufakatan yang berpotensi menyingkirkan Partai Demokrat dan PKS hingga akhirnya ini akan menjadi kejahatan demokrasi di Indonesia.
“Misalnya tujuh partai itu bermufakat untuk menyingkirkan Partai Demokrat dan PKS,” ujar Refly Harun, dilansir terkini.id dari GenPi pada Minggu, 29 Agustus 2021.
- Jarang Puji Pemerintah dan Lebih Sering Mengkritik, Fadli Zon Akui Punya Alasan Sendiri
- Refly Harun Sebut Oligarki Lebih Berkuasa Daripada Presiden: Ada yang Mempresepsikan Lebih Berkuasa
- Refly Harun Bicarakan Skenario Jegal Anies Baswedan: Jadikan Tersangka
- Diusulkan Jadi Sekjen PBB, Refly Harun Singgung Kemampuan Bahasa Asing Jokowi
- Refly Harun Soroti Aktivitas Ganjar: Dia Sudah Kebelet untuk Kampanye Keliling Daerah
Refly mengatakan bahwa salah satu caranya adalah dengan tidak mengajak PKS dan Demokrat dalam pemilu.
“Caranya dengan tidak melibatkan mereka dalam koalisi mana pun. Bisa membuat 3 calon dengan 7 parpol tersebut.”
Lebih lanjut, kata Refly, setelah terbentuk tiga pasang calon tersebut, akan ada pembagian dan cawe-cawe kekuasan yang terjadi.
“Maka, pesta itu hanya akan ada di oligarki Istana yang saat ini sudah berhimpun menjadi kekuatan partai politik,” tutur Refly Harun.
“Ini berpotensi menjadi kejahatan demokrasi.”
Oleh sebab itu, dirinya mengimbau seluruh masyarakat sipil dan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk segera menghilangkan presidential treshold.
“MK, kalau memang bersumpah bertanggung jawab memberikan keadilan berdasarkan ketuhanan yang Mahaesa, seharusnya tidak bisa tidak menghapuskan presidential treshold,” pungkas Refly Harun.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
