Terkini.id, Jakarta – Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun, buka suara menyoroti peristiwa pengusiran Babe Haikal Hassan yang sebelumnya berencana mengisi pengajian di Malang, Jawa Timur.
Menurut Refly, adanya pengusiran itu merupakan tindakan yang tidak tepat atau mengada-ada.
Ia pun menyayangkan mengapa sebagai sesama muslim harus ada penolakan, hingga pengusiran paksa terhadap kehadiran Babe Haikal.
Meski dari pihak Babe Haikal menganggap masalah ini terlalu dibesar-besarkan, berbeda dengan Refly yang justru menilai hal ini bukanlah masalah sepele.
Aman, Sejuk, Tentram, Ramai.
Semua titik meriah, semua sesuai rencana. Berlangsung di 6 titik ceramah sejak 21 sampai dengan 23 di Malang dan Batu.
- Babe Haikal Sebut Zaman Soeharto Lebih Baik: Kita Nggak Ketemu Orang Miskin
- Anies Dikelilingi Orang Berjubah Putih, Warganet: Lebih Arab dari Arab!
- Tak Mau Disebut Politikus, Babe Haikal Tegaskan Dirinya Adalah Motivator dan Ikut Presiden Jokowi
- Soal Pernyataan Pendeta Saifudin Ibrahim, Babe Haikal: Dia Menginjak-injak Pancasila
- Ada Apa! PA 212 Umumkan Penongaktifan Terhadap Babe Haikal
Penolakan tidak ada. Hanya fitnah sosmed paling-paling ada tiga atau empat orang saja di waktu kajian ibu-ibu.
“Tak ada masalah. Bahkan saya sendiri tak setuju dengan pernyataan kembali ke UUD 1945 karena itu melahiran dua penguasa otoriter yakni Rezim Soekarno dan Soeharto,” ujar Refly Harun, dikutip Terkini.id melalui Warta Ekonomi, Selasa 25 Januari 2022.
Lebih lanjut, ia menilai, hal tersebut hanyalah sebuah pemikiran dan jikapun berbeda tidak masalah.
“Jadi jangan sampai masyarakat bertindak sebagai polisi masyarakat lainnya,” kata Refly.
“Justru dulu FPI dikritik karena ini kan seperti bertindak sebagai polisi. Nah kelompok yang tidak setuju jangan juga bertindak sebagai polisi kelompok yang lainnya,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
