Rektor ITK Sebut Perempuan Berjilbab Sebagai Manusia Gurun, Mahfud MD: itu Salah Besar!

Rektor ITK Sebut Perempuan Berjilbab Sebagai Manusia Gurun, Mahfud MD: itu Salah Besar!

R
Helmi Yaningsi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Menanggapi dugaan unggahan SARA Rektor Institut Teknologi Kalimantan Budi Santoso Purwokartika, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai hal tersebut tidak bijaksana.

“Memuji-muji sebagian mahasiswa/i hebat hanya karena mereka tidak memakai kata-kata agamis, ‘Insyaallah, Qadarallah, Syiar’ sebagaimana ditulis oleh Rektor ITK itu juga tidak bijaksana,” cuit Mahfud MD pada Twitter miliknya, Minggu 1 Mei 2022.

“Itu adalah kata-kata yang baik bagi orang beriman, sama dengan ucapan Puji Tuhan, Haleluya, Kersaning Allah, dll,” sambungnya.

Selanjutnya, Mahfud MD juga memberikan contoh bahwa ada dosen atau profesor di kampus besar, atau pemimpin Pertamina dan BPOM yang juga mengenakan jilbab tapi juga mampu meramu keislaman dan keindonesiaan dalam nasionalisme yang ramah.

“Pakaian yg Islami itu adalah niat menutup aurat dan sopan; modelnya bisa beragam dan tak harus pakai cadar atau gamis,” ujar Mahfud MD.

Baca Juga

“Model pakaian adalah produk budaya. Maka itu menuduh orang pakai penutup kepala seperti jilbab ala Indonesia, Melayu, Jawa, dll sebagai manusia gurun adalah salah besar,” sambungnya dengan tegas.

Diketahui bahwa Mahfud MD melontarkan komentar tersebut sebagai respons atas viralnya surat terbuka yang ditujukan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Dirut LPDP Andin Hadiyanto atas dugaan ujaran SARA dan pelecehan verbal yang dilakukan Rektor ITK Budi Santosa Purwokartiko.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa surat terbuka itu disampaikan oleh Irvan Noviandana yang dirilis pada Sabtu 30 April 2022.

Pada surat tersebut dijelaskan bahwa Budi Santosa merupakan salah satu pewawancara beasiswa program LPDP.

Ia dituding atas ujaran bersifat SARA dan pelecehan secara verbal melalui akun Facebook miliknya.

ITK sebagai instansi tempat Budi bekerja kemudian angkat bicara. Menurutnya, tulisan Budi merupakan opini pribadi dan tidak ada kaitannya dengan kampus itu.

“Dengan ini, kami informasikan tulisan Prof Budi Santoso Purwokartiko merupakan tulisan pribadi dan tak ada hubungannya dengan jabatan beliau sebagai rektor ITK,” demikian pernyataan ITK dalam Twitter akhir pekan lalu.

Mereka lalu meminta media maupun warganet tak mengaitkan institusi dengan opini Budi.

Sedangkan Dirut LPDP Andin Hadiyanto mengatakan pihaknya punya kode etik yang harus dipatuhi pewawancara.

Meski tulisan Budi bersifat opini, tapi hal itu tetap berpotensi menimbulkan risiko reputasi kegiatan program beasiswa Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).

“LPDP menjunjung tinggi etika dan adab kepatutan serta toleransi dan tidak memperkenankan dan tidak menyetujui sikap dan ujaran kebencian, serta sikap diskrimanisasi termasuk sentimen berdasarkan SARA,” kata Andin, Minggu 1 Mei 2022.

Andin menjelaskan Program IISMA dikelola penuh oleh Kemendikbudristek dan berkoordinasi dengan pihaknya, sehingga tindak lanjut seperti pemanggilan bukan ranah LPDP.

“Program IISMA dikelola penuh oleh Kemendikbudristek, tanya ke Ditjen Dikti ya,” kata dia.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.