Singgung Kebiasaan Mengaji, Rektor ITK: Kitab Suci Isinya Kebanyakan Dongeng

Terkini.id, Jakarta – Rekam jejak digital Rektor ITK Prof Budi Santosa Purwokartiko singgung kebiasaan mengaji atau membaca kitab suci, viral di media sosial.

Jejak digital Rektor ITK singgung kebiasaan mengaji atau membaca kitab suci itu viral usai Budi Santosa menuai sorotan publik lantaran menyebut jilbab sebagai penutup kepala manusia gurun.

Adapun jejak digital Budi Santosa singgung kebiasaan mengaji itu diunggah pengguna Twitter Dnalrimyname, seperti dilihat pada Senin 2 Mei 2022.

Baca Juga: Posting Video Pria Mengaji di Gereja, Netizen: Kadrun Jangan Dikasih...

Unggahan jejak digital Rektor Institut Teknologi Kalimantan tersebut sontak beredar luas di dunia maya usai dibagikan netizen NkoeSaja.

“Jejak digital memang kejam,” cuit sang netizen.

Baca Juga: Heboh Foto UAS Endorse Behel Gigi, Warganet: Kemunafikan! Dia Dibayar!

Dilihat dari foto tangkapan jejak digital akun milik Rektor ITK tersebut yakni Budi Santosa Purwokartiko, tampak profesor itu mengomentari postingan seorang netizen bernama Anita Niawati.

Budi mengatakan kepada Anita Niawati, apa bagusnya kebiasaan mengaji kitab suci tanpa tahu artinya.

“Anita Niawati ngk tau saya apa bagusnya ngaji tanpa tahu artinya,” tulis Budi Santosa.

Baca Juga: Heboh Foto UAS Endorse Behel Gigi, Warganet: Kemunafikan! Dia Dibayar!

Menanggapi komentar Budi tersebut, Anita Niawati pun menyebut jika Budi tak tahu arti ayat dalam kitab suci itu maka dia bisa membaca tafsirannya.

“Budi Santosa Purwokartiko ya kan bisa baca tafsirnya,” ujar akun Anita Niawati.

Menjawab balasan komentar Anita Niawati, Budi Santosa pun mengaku pernah melakukan kebiasaan mengaji saat dirinya kuliah S3 dulu.

Menurutnya, kitab suci yang dulunya sering ia baca itu kebanyakan isinya hanyalah dongeng zaman dulu.

“Anita Niawati saya pernah melakukan itu saat kuliah S3 dulu. Kitab Suci kebanyakan isinya dongeng jaman dulu,” bebernya.

Maka dari itu, menurut sang Rektor ITK, dirinya saat ini lebih suka membaca berita dibanding melakukan kebiasaan mengaji atau membaca kitab suci lantaran hal itu lebih menambah wawasannya.

“Jadi saya lebih suka baca sains atau berita terkini untuk menambah wawasan,” ujarnya.

Bagikan