Terkini.id, Jakarta – Resesi seks di Amerika makin parah, peringatan ngeri untuk Joe Biden! Resesi tidak hanya terjadi terhadap ekonomi suatu negara, akan tetapi juga pada soal seks. Ya, resesi seks nyatanya tidak hanya terjadi di China dan India, tetapi juga negara superpower Amerika Serikat (AS). Kali ini, fenomena itu mulai dilaporkan terjadi di Amerika dan menjadi peringatan ngeri untuk Joe Biden!
Dalam sebuah penelitian terbaru dari Institute for Family Studies (IFS), jumlah anak muda Negeri Paman Sam yang tidak berhubungan seks meningkat lebih dari dua kali lipat. Penelitian mengungkapkan, jumlahnya cukup signifikan dari delapan persen menjadi 21 persen.
“Lebih banyak perempuan dari sebelumnya antara 18 dan 35 dilaporkan tidak berhubungan seks dalam satu tahun terakhir, dan ‘ketidakbersamaan’ telah meningkat terutama di antara mereka yang taat beragama,” demikian pemaparan penelitian tersebut, seperti dikutip dari Daily Mail via CNBCInternasional, Senin 6 Desember 2021.
Para ilmuwan menyebut, ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini seperti faktor ekonomi dan psikologis. Selain itu, ada juga faktor lain yang cukup signifikan yang mempengaruhi perilaku ini yaitu kekhawatiran moral, utamanya dalam melakukan seks pranikah.
“Sebagian besar peningkatan ketidakberdayaan didorong orang-orang yang memiliki kekhawatiran moral tentang seks pranikah,” imbuh penelitian itu lagi.
Penurunan ‘gairah’ seks itu sendiri sebenarnya telah terjadi selama lebih dari satu dekade. Kendati demikian, hal ini semakin diperparah dengan pandemi virus corona dan lockdown yang datang sebagai akibatnya.
“Sejak 2010, telah terjadi peningkatan tajam dalam jumlah pria dan wanita berusia 18 hingga 35 tahun yang melaporkan tidak berhubungan seks pada tahun sebelumnya,” imbuh rekan peneliti IFS Lyman Stone melaporkan dalam temuan tersebut.
Sebelumnya, merosotnya angka kelahiran juga terjadi di China. Pada 2020 lalu, Negeri Panda itu bahkan mencatatkan angka kelahiran terendah dalam 43 tahun terakhir.
Keengganan muda-mudi China untuk menikah dan memiliki keluarga menjadi faktor utama penurunan ini. Di China, angka kelahiran sangat erat kaitannya dengan pernikahan, jarang sekali anak di luar pernikahan tercatat.
Sementara itu, India juga mengalami hal yang sama. Ini terkuak dari tingkat kesuburan dan Total Fertility Rate (TFR) negara itu yang dalam kondisi menurun.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
