Menggugah Lidah, Restoran Thailand Phra Nakhon di Makassar Tawarkan Menu Otentik

Terkini.id, Makassar – Restoran Phra Nakhon yang berada di Mal GTC, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, menawarkan menu Thailand otentik dengan sentuhan unik dan segar. Konsep resto ini penuh nuansa Thailand yang Instagramable.

Kendati baru berdiri pada Desember 2021, namun antusias masyarakat sangat tinggi terhadap makanan Thailand.

“Kita sudah ada pelanggan reguler yang ke sini karena makanan favoritnya Thailand,” ujar Owner Phra Nakhon, Jutamars kepada Terkini beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Kota Makassar Calon Kuat Tuan Rumah APEKSI 2023, Danny Pomanto:...

Masakan Thailand identik dengan rasa asam, pedas, dan gurih seperti Tom Yum yang banyak digemari. Namun sebenarnya ada banyak masakan lain yang ternyata juga disukai orang Makassar.

“Yang paling banyak disenangi, Sup Tom Yum, Nasi Goreng Nanas, Plamek Neung Manao (Cumi rebus dan disiram dengan saos lemon),” ungkapnya.

Baca Juga: Kalla dan FKH Kolaborasi Mitigasi Perubahan Iklim di Kota Makassar

Uniknya, selain sebagai pemilik resto, Jutamars juga sebagai chef yang meracik seluruh makanan Thailand. Ia bahkan menghadirkan rempah-rempah langsung dari Thailand. 

Ia mengatakan bahwa rasa masakan Thailand memang khas dengan kombinasi rasa utama asam dan pedas.

Tahun ini, Resto Phra Nakhon terpilih sebagai salah satu kuliner favorit versi Makassar Most Favourite Culinary Award 2022. 

Baca Juga: Kalla dan FKH Kolaborasi Mitigasi Perubahan Iklim di Kota Makassar

“Saya senang, saya senang untuk membagikan makanan favorit saya di Makassar, saya suka makan makanan Thailand, tapi pas ke sini tidak ada thai food, jadi saya buat sendiri,” ujarnya.

Setiap pelanggan yang pernah berkunjung ke Thailand dan menikmati masakan di sana, kata dia, mengatakan rasa dan kelezatan di restoran ini benar-benar sama.

Bagi yang tertarik untuk mengetahui lebih jauh soal resto Phra Nakhon bisa mengunjungi Instagramnya di @phranakhon.mks.

“Kami juga sudah buka grabfood di Batua. Banyak yang request di daerah perintis biar lebih dekat, karena ada dari sudiang yang rela datang jauh-jauh,” tuturnya.

Bagikan