RI Turunkan Target Pertumbuhan Listrik, PLN Merugi?

RI Turunkan Target Pertumbuhan Listrik, PLN Merugi?

M Noer Suhasbi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta –  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi merilis Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021-2030 pada hari ini, Selasa 5 Oktober 2021.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 membuat perkiraan pertumbuhan listrik nasional lebih rendah dibanding perkiraan sebelumnya.

RUPTL 2019-2028 mencatat, pertumbuhan permintaan listrik nasional diperkirakan mencapai 6,4% per tahun.

Namun karena pandemi Covid-19, pemerintah memperkirakan pertumbuhan konsumsi listrik nasional akan turun menjadi 4,9% per tahun pada RUPTL 2021-2030.

“Pertumbuhan listrik di RUPTL sebelumnya sudah tidak sesuai dengan perkiraan kondisi di 2021-2030, kami perkirakan permintaan listrik tumbuh rata-rata 4,9% pada 2021-2030,” tutur menteri ESDM Arifin Tasrif dalam Webinar Diseminasi RUPTL PLN 2021-2030, Selasa Selasa 5 Oktober 2021.

Dilansir dari CNBC Indonesia, hal yang serupa juga diungkapkan Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini.

Zulkifli mengatakan, jika RUPTL 2021-2030 tersusun dalam ketidakpastian permintaan yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

Dia mengatakan, realisasi pertumbuhan listrik 2020 minus (-) 0,79%, hingga selanjutnya diproyeksikan pertumbuhan listrik untuk 10 tahun ke depan hanya sebesar 4,9% per tahun, ini lebih rendah dari RUPTL 2019-2028 dengan rata-rata sebesar 6,4% per tahun.

“Di sisi lain, sebagian besar pembangkit Program 35 GW yang direncanakan sejak tahun 2015, telah memasuki masa konstruksi dan segera beroperasi. Hal ini berpotensi terjadinya oversupply karena pasokan listrik yang tersedia dalam jumlah besar dengan demand yang rendah,” jelasnya.

Zulkifli mengatakan, proses penyusunan RUPTL ini dimulai sejak draft awal RUPTL 2020-2029 pada tanggal 18 Agustus 2020, sampai tersusunnya draft RUPTL 2021-2030 pada 28 Desember 2020.

“Selanjutnya telah dilakukan beberapa kali revisi hingga akhirnya terbentuklah revisi terakhir yaitu Revisi ke-4 yang telah kami sampaikan kepada Kementerian ESDM pada tanggal 27 September 2021,” ujarnya.

Berikut rincian perkiraan pertumbuhan konsumsi listrik nasional dalam RUPTL 2021-2030:

2021 4,6%
2022 5%
2023 5,2%
2024 5,5%
2025 5,4%
2026 5%
2027 4,7%
2028 4,5%
2029 4,4%
2030 4,4%.

Sementara pada RUPTL 2019-2028, berikut perkiraan pertumbuhan konsumsi listrik nasional:

2020 5,6%
2021 6,5%
2022 6,8%
2023 7,2%
2024 6,8%
2025 6,2%
2026 6,2%
2027 6,2%
2028 6,3%.

referensi: https://www.cnbcindonesia.com/news/20211005113649-4-281513/imbas-pandemi-ri-turunkan-target-pertumbuhan-listrik-ke-49

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.