Terkini.id, Jeneponto – Ribuan hektar tanaman jagung kuning terserang hama di Kabupaten Jeneponto, yang sangat berpotensi membuat petani gagal panen.
Hama yang berbentuk ulat itu menyerang tanaman jagung kuning di beberapa wilayah Kecamatan di kabupaten Jeneponto Sulawes Selatan, seperti yang di Kelurahan Bontoa, desa Sapanang Kecamatan Binamu.
“Hamanya berbentuk ulat, daun tanaman jagung rusak, rata daun-mudanya yang rusak,” kata Saddara seorang petani di Kelurahan Bontoa Kecamatan Binamu Jeneponto.
Hal itu pun dibenarkan oleh Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto yang mencatat ribuan hektar lahan kebun jagung di Kabupaten Jeneponto diserang hama ulat grayak.
“Hama itu merupakan hama ulat grayak. Hama itu sangat mengancam tanaman jagung kuning bisa mati, karena yang diserang daun tanaman jagung kuning, yang jika tidak ditangani bisa menyerang sampai batang,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, Bambang.
- Kementerian Pertanian Akselerasi Peningkatan Luas Tanam dan Produksi Padi dan Jagung 2024
- 6.150 Jagung Sulsel Diekspor ke Filipina Senilai Rp 30,43 Miliar
- Dorong Mandiri Benih Jagung, Gubernur Sulsel Resmikan Pabrik Benih Jagung di Maros
- Jokowi Ngeluh Jagung Masih Impor, Susi Pudjiastuti Usul: Bubarkan Departemen Perdagangan!
- Jokowi Sebut Tanam Jagung Bisa dimanapun 'Kenapa Masih Impor', Susi Pudjiastuti: Pastikan Impor Dibatasi
Menurutnya, 35.769 hektar luas lahan yang sudah ditanami jagung oleh para petani dan petani sudah banyak yang mengeluhkan.
“Dari keluhan para petani dan hasil pantauan di beberapa kecamatan, terdapat kurang lebih 1000 hektar luas lahan tanaman jagung yang terserang hama ulat grayak,” jelas Bambang.
Bambang menyampaikan, pihak Dinas Pertanian telah melaksanakan pemantauan di beberapa kecamatan yang ada di Jeneponto.
“Dari hasil pantauan, di Kecamatan Rumbia, Turatea, Bontoramba, Batang, Tarowang, Bangkala, para petani sangat berpotensi mengalami kerugian fatal dengan munculnya serangan hama ulat grayak tersebut,” ungkap Bambang kepada Terkini.id, Kamis, 16 Januari 2019.
Bambang mengaku, penyebab terjadinya serangan hama itu kerena pengaruh cuaca yang tidak menentu.
“Cuaca yang tidak menentu, hujan yang tidak menentu dapat menjadi penyebab adanya hama yang menyerang tanaman, khususnya tanaman jagung kuning,” ujarnya.
Untuk mengatasi hama tersebut, Bambang mengaku, Dinas Pertanian Jeneponto telah melakukan langkah-langkah pengendalian hama tersebut.
“Sudah kita lakukan penyemprotan racun insektisida di beberapa Kecamatan dan juga menghimbau petani untuk melakukan pencegahan hama dengan melakukan penyemprotan insektisida,” benernya.
Namun, Bambang tak bisa menampik kendala yang dialami Dinas Pertanian untuk melakukan pengendalian hama
“Perkembangan hama itu sangat cepat, sehingga perlu pengendalian dini, namun untuk pengendalian hama tersebut, Dinas Pertanian Jeneponto kekurangan sarana hand sprayer dan pestisida,” pungkasnya.
Bambang pun berharap kepada Pemerintah Dinas Ketahanan Pangan dan TPH Provinsi Sulawesi Selatan untuk segera membantu memfasilitasi alat tersebut.
“Untuk pengendalian dini, kami sangat mengharapkan Dinas Ketahanan Pangan dan TPH Provinsi Sulawesi Selatan dan Kementerian Pertanian RI untuk dapat untuk mempasilitasi kekurangan kami di Dinas Pertanian Jeneponto,” harapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
