Terkini.id , Jakarta – Sejumlah risiko yang membayangi prospek ekonomi Indonesia yang diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi masalah yang serius, pasalnya batas utang pemerintah Amerika Serikat (AS) saat ini sedang melambung tinggi atau debt ceiling.
Dikutip dari Newssetup, Kepala ekonomi Bank Central Asia (BCA) David Sumual menganggap isu tersebut tidak terlalu pengaruh pada perekonomian Indonesia. “Ini hanya tawar menawar politik. Sifatnya sementara, karena seingat saya ini sudag 78 kali mereka di posisi ini. Tinggal tawar menawar kedua partai besar disana” Ujar David 29 September lalu.
David lebih mengkhawatirkan kondisi perekonomian China dan kasus Evergrande yang menggoyahkan perekonomian tirai bambu tersebut, China juga merupakan negara mitra dagang terbesar di Indonesia. Bila ekonomi China melambat dan permintaan dari Indonesia dikurangi, maka dampak ekspornya ada pada perekonomian Indonesia.
David juga menyarankan agar Indonesia melakukan disersifikasi komoditas yang diekspor maupun negara tujuan ekspor agar tak bergantung pada segelintir negara saja.
Di sisi lain kekhawatiran datang dari prospek pengetatan kebijakan moneter (tapering off) bank sentral AS The Federal Reserve yang akan menimbulkan gejolak pasar keuangan dan mempengaruhi pemulihan ekonomi Indonesia.
- Menteri Bahlil Bangga, Ekonomi Indonesia Paling Unggul di G20
- Sri Mulyani ke 100 Ekonom: Saya Mau Tanya Proyeksi Minyak Anda Tahun Depan Seperti Apa
- Kinerja Impresif Ekonomi Jadi Kado Manis HUT Ke-77 RI, Airlangga Yakin Terus Tumbuh
- Ekonomi Indonesia Kuartal 2 Tumbuh Impresif di Tengah Ketidakpastian dan Krisis Global
- Ralat Kondisi Ekonomi Indonesia, Jerry Sebut Sri Mulyani Tidak Punya Kompetensi
Melansir dari Newssetup, adanya gelembung harga di sektor-sektor yang diminati investor saat tren suku bunga murah hal ini bisa menganggu keseimbangan pemulihan.
Namun, risiko datang dari covid-19 yang diharapkan tidak ada varian baru yangmenular dari lonjakan kasus dan menyebabkan pemerintah menarik rem darurat untuk upaya pembatasan masyarakat agar bisa mempengaruhi upaya pemulihan.
David mengungkapkan akan lebih dari 4 persen perkonomian Indonesia di tahun 2021 dan pada tahun 2022 pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5 persen.
referensi :
https://newssetup.kontan.co.id/news/hati-hati-prospek-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-dibayangi-berbagai-risiko-berikut
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
