Terkini.id, Jakarta – Ekonom senior, Rizal Ramli mengaku paham cara kerja Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam menjalankan operasi politik.
Menurut Rizal Ramli, Luhut selalu mencari orang bermasalah unt jdikan bagian dalam operasi politiknya.
Dilansir dari RMOL, Hal ini disinggung Rizal Ramli saat menanggapi soal Luhut yang disebut-sebut berada di balik skenario penundaan Pemilu.
Gelagat Luhut Binsar Pandjaitan ini dikenali persis oleh Rizal Ramli yang pernah menjadi Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Indonesia di periode pertama Jokowi,
Diketahui, saat itu Luhut juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.
- Luhut Sebut Haris Azhar Minta Saham, Haris: Saya Bertindak sebagai Kuasa Hukum Masyarakat Adat Papua
- Luhut Sarankan KPK Jangan OTT Terus, Susi Pudjiastuti Pasang Emoticon Kasihan
- Luhut Pandjaitan Tak Minat jadi Cawapres Anies Baswedan
- Luhut Sarankan Warga Tanam Cabai di Rumah Hadapi Resesi
- Luhut Sebut Non-Jawa Jangan Mimpi Jadi Presiden, Dugaan Habib Umar: Puan Hendak Dijegal
“Saya tahu cara kerja Luhut Pandjaitan, selalu cari orang bermasalah untuk dibikin bagian dari operasi itu,” ujar Rizal dalam kanal Youtube Total Politik, dikutip RMOL, Sabtu, 30 April 2022.
Rizal Ramli menveritakan lebih lanjut bahwa modus operasi Luhut dalam menjalankan skenario politik terjadi dalam momen pergantian Ketua Umum Partai Golkar.
Saat itu, menurut Rizal Ramli, Luhut ngotot agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung Setya Novanto menjadi Ketua Umum Golkar.
Menurutnya, Luhut membujuknya untuk membantu melobi Presiden Jokowi mendukung Setya Novanto.
“Akhirnya Bang Luhut ajakin saya makan siang. ‘Zal, lu bantuin dong, karena Jokowi pasti nanya sama lu nih kalau begini’. ‘Bantuin apa?’ ‘Lu bantu dong lobi Jokowi supaya dukung Novanto jadi Ketum Golkar’. Gua bilang enggak mau,” kata Rizal Ramli.
Dari pengalaman itulah, Rizal menjadi paham cara berpikir Luhut dalam bergerak, termasuk dalam operasi kudeta konstitusi mengenai perpanjangan masa jabatan presiden melalui penundaan pemilu.
Sebagaimana diketahui publik, awal skenario penundaan pemilu dimainkan oleh Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.
Rizal Ramli menilai bahwa kedua sosok ini hanya dijadikan pion oleh Luhut yang baru ikut menggaungkan isu yang sama belakangan.
“Operasi politik itu menggunakan orang-orang yang bermasalah secara hukum,” ungkapnya.
Rizal Ramli pun menili bahwa seiring dengan muncul gelombang protes dari masyarakat di banyak kalangan, termasuk adanya aksi demonstrasi dari mahasiswa, pion-pion politik Luhut tersebut mengungkap dalang dari skenario penundaan pemilu ialah Luhut.
“Karena tekanan publik yang luar biasa akhirnya pada ngaku bahwa yang nyuruh ini teman kita, Bang Luhut. Tapi Bang Luhut enggak berani, harusnya kan gentleman dong, katanya gagah berani? Ya ngakulah, memang aku kok otaknya, malah ngeles,” kata Rizal Ramli.
“Saya pikir teman saya Bang Luhut orangnya gagah berani, ternyata ngeles juga, kaya politisi kaleng-kalengan,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
