Terkini.id, Jakarta – Seperti yang kita tahu, Rizieq Shihab telah menjalani sidang pertamanya pada hari Selasa, 16 Maret 2021 lalu di Rutan Bareskrim secara virtual.
Namun, sidang tersebut berjalan tak begitu lancar lantaran pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu sempat menolak untuk menghadiri sidang.
Rizieq bahkan dikabarkan sempat memberontak dan mengadu pada hakim bahwa dirinya dipaksa, didorong, dan dihinakan karena sebenarnya ia tak mau menghadiri sidang tersebut.
“Saya didorong, saya tidak mau hadir. Saya sampaikan ke majelis hakim, saya tidak ridho dunia akhirat. Saya dipaksa, didorong, dihinakan,” keluh Rizieq Shihab, dilansir terkini.id dari Detik.
Banyak yang menilai kelakuan Rizieq Shihab tersebut melawan hukum dan bahkan ada yang menganggap bahwa itu merupakan karma dari perbuatan-perbuatannya sendiri.
- Pendakwah UAS: Mungkin karena Rizieq Shihab, Azab Allah Belum Turun
- Habib Rizieq Ngaku Dapat Pesan dari Rasulullah: Disampaikan ke Saya
- Sindir Pedas Rizieq, Husin Shihab: Bagaimana Mungkin Revolusi Akhlak sementara Dirinya Minim Akhlak?
- Rizieq Sebut Indonesia Darurat Kebohongan, Eko Kuntadhi: Mungkin karena Para Pengasong Agama Sering Sebar Berita Bohong
- Nikita Mirzani Lebih Pilih Dipenjara daripada Minta Maaf ke Rizieq, Hisyam Mochtar: Mulutmu Harimaumu
Salah satu netizen bahkan mengingatkan akan ‘dosa’ lama Rizieq Shihab, seperti pernah mendiskriminasi Ahok lantaran ras serta agamanya, menghina Gus Dur, menyebar kebencian, hingga pidato terkait siap membunuh pendeta.
“Semua yang diterima rizieq adalah buah dari perbuatannya sendiri. Mendiskriminasi AHOK karena RAS dan AGAMANYA. Menghina Kristen, menghina Gus Dur, menyebarkan kebencian, pidato bunuh Pendeta bunuh Kristen. Semoga kau betah dipenjara ya zieq 😊,” tulis akun @OmAdityaWi*** pada hari Jumat siang kemarin, 19 Maret 2021, seperti dikutip terkini.id.
Terkait pidato Rizieq Shihab tentang ancaman untuk membunuh pendeta, hal tersebut dulunya memang sempat menggemparkan publik.
Dilansir terkini.id dari Hops.id, sebelumnya memang beredar video dari akun YouTube Johannes Liong Official.
Dalam potongan video tersebut, Habib Rizieq berorasi dan menjelek-jelekkan Presiden Jokowi dengan sebutan “Jokodok” dan mengeluarkan kata-kata ofensif seperti “berani bunuh pendeta-pendeta”.
Penelusuran akun @miladi_fahmi menemukan bahwa potongan video Habib Rizieq itu bukanlah rekaan alias asli.
Dari video yang dibagikan kembali oleh akun @miladi_fahmi, ternyata Habib Rizieq memang mengucapkan “Jokodok” untuk menghina Presiden Jokowi dan sebut berani bunuh pendeta.
Nah, soal konteks Habib Rizieq mengajak siap bunuh pendeta diketahui itu adalah respons atas pembakaran masjid saat Idul Fitri pada Jumat, 17 Juli 2015 silam.
Dalam video itu, Habib Rizieq menyerukan agar pelaku atau aktor insiden Tolikara mesti dihukum tegas.
Ia menyampaikan jikalau tak ada penegakan hukum tegas atas insiden itu, maka ia mengancam bakal mengerahkan laskar FPI untuk langsung bertindak membunuh pendeta-pendeta.
Adapun penelusuran akun @miladi_fahmi, pidato lengkap Habib Rizieq itu disampaikan dalam parade tauhid yang diunggah pada 4 September 2015.
Dalam video lengkap berdurasi 17,42 menit tersebut, Habib Rizieq bicara soal insiden Tolikara, harapan penegakan hukum Jokowi sampai bahaya PKI.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
