Kerumunan Jokowi Disamakan dengan Rizieq Shihab, Denny Siregar: Samanya dari Mana Kutang Bekas

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar menanggapi komentar sejumlah pihak yang menyamakan kerumunan massa ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) berada di NTT dengan kerumunan Habib Rizieq Shihab saat di bandara.

Denny Siregar lewat cuitannya di Twitter, Kamis 25 Februari 2021, menilai Rizieq Shihab dipenjara bukan akibat kerumunan di bandara melainkan saat eks pentolan FPI itu mengundang massa menghadiri pernikahan anaknya.

“Rizieq itu dipenjara karena mengundang kerumunan waktu nikah anaknya dan bohong dia ga kena covid. Bukan karena penjemputan di bandara yang mereka bilang aksi spontan,” cuit Denny Siregar.

Baca Juga: Rizieq Meradang di Pengadilan, Yusuf Muhammad: Sabar, Ini Lagi Puasa

Sementara kerumunan Jokowi, kata Denny, berbeda. Menurutnya, kerumunan massa saat Jokowi di NTT adalah penyambutan warga terhadap presiden dan hal itu dilakukan masyarakat secara spontan.

Oleh karenanya, Denny Siregar menegaskan kerumunan Jokowi di NTT tidak sama dengan kerumunan yang mengakibatkan Rizieq Shihab dipenjara.

Baca Juga: Beredar Poster Tokoh-Tokoh Penjual Agama dari Rizieq hingga Anies, Netizen:...

“Lu mau samakan penyambutan jokowi di NTT sama dengan Rizieq?? Samanya dari mana?? Hhh. Kutang bekas,” kata Denny Siregar.

Sebelumnya, Politisi Partai Gerindra Fadli Zon ikut mengomentari soal kerumunan warga di NTT yang dipicu oleh kedatangan Presiden Jokowi.

Menurut Fadli Zon, kerumunan warga saat kunjungan Jokowi ke NTT yang disebut spontanitas itu juga sama halnya yang terjadi saat kerumunan Habib Rizieq Shihab.

Baca Juga: Beredar Pernyataan Eks FPI Bersumpah Bunuh Diri Massal Jikalau Rizieq...

“Menurut saya, spontanitas seperti itu sulit dihindari. Itu pula yang terjadi dengan kedatangan Habib Rizieq dan acara pernikahan putrinya di Petamburan,” ujar Fadli Zon, Rabu 24 Februari 2021 seperti dikutip dari Detik.com.

Oleh karena itu, ia menilai seharusnya kerumunan Jokowi tersebut juga ikut ditindak karena menurutnya dalam protokol kesehatan tidak ada standar ganda.

“Kalau kerumunan ini tidak dipersoalkan, maka demi keadilan seharusnya Habib Rizieq dan para ulama yang kini ditahan sebaiknya dibebaskan saja, karena masyarakat akan menilai ada ketidakadilan dipertontonkan nyata, double standard dan tak memberi keteladanan,” ungkapnya.

Selain itu, Fadli juga menyoroti soal momen saat Presiden Jokowi berdiri sambil membuka kaca atap mobil dan menyapa warga.

Langkah Jokowi tersebut, kata Fadli Zon, bisa diartikan sebagai approval atas kejadian kerumunan itu.

“Tapi Pak Jokowi juga berdiri menyambut spontanitas itu. Bisa diartikan approval,” ujarnya.

Sponsored by adnow
Bagikan