Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik Rocky Gerung membandingkan penanganan kasus Formula E yang diduga melibatkan Anies Baswedan dan kasus E-KTP Ganjar Pranowo.
Dalam saluran YouTube pribadinya, Rocky Gerung mengatakan sebenarnya kasus E-KTP Ganjar Pranowo jauh lebih berat ketimbang kasus Formula E Anies Baswedan.
“Ini kasus Formula, E-KTP atau formula E, yang lebih berat kasus formula E-KTP. Sebetulnya udah berkali-kali nyangkut pada si tersangka yaitu Ganjar yang udah ada kesaksian dari setia Novanto atau siapa saksi di situ yang menunjukkan bahwa ya itu 100 berapa 100.000 dolar ditolak tapi dia minta 500.000 dollar,” ujar Rocky Gerung, dilansir dari Saluran YouTube Rocky Gerung Official, Kamis 5 Januari 2023.
Lebih lanjut, mantan pengajar di Universitas Indonesia ini berpendapat ada pihak tertentu yang ingin menjatuhkan Anies Baswedan dengan menggunakan kasus Formula E.
“Kalau formula E itu memang didesain untuk menghalangi saja kan bukan untuk menyelamatkan uang negara tapi untuk menghalangi Anies. Dan kita enggak bisa bayangkan bagaimana kesibukan tiap hari pak Firli untuk nyari akal gitu kan. jadi kalau memang ada soal itu. Dia ditangkap saja, dilakukan dengan cara yang dramatis baru nanti diterangkan tuh Ini kita lagi proses tuh sekarang memang jauh sekali untuk menangkap Anies,” katanya.
- Soal Cawapres, Rocky Gerung Anggap Anies Baswedan Dealer Bukan Leader
- Soal Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, Rocky Gerung Singgung Keterlibatan Prabowo Subianto
- Soal Sodetan Ciliwung, Rocky Gerung Bela Anies Baswedan Salahkan Jokowi
- Tak Kunjung Deklarasi Cawapres, Rocky Gerung Prediksi KPK Akan Hajar Anies Baswedan
- Rocky Gerung Kecam Tindakan Heru Budi Hartono yang Ubah Kebijakan Anies Baswedan
“Akhirnya kan jadi formula ini adalah formula kriminalisasi itu jadi. dasarnya Kenapa karena e e-nya Anies itu lagi naik, elektabilitasnya lagi naik itu masalahnya dan elektabilitas Anies lebih cepat dari formula e dari pembalap-pembalap ya,” lanjutnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Bambang Widjojanto selaku mantan Wakil Ketua KPK.
Bambang Widjojanto menyatakan kalau KPK saat ini sedang berupaya untuk menjegal langkah Anies Baswedan maju sebagai Capres pada Pemilu 2024.
Bahkan Bambang Widjojanto berujar beberapa petinggi di KPK sedang merevisi Perkom KPK demi menjadikan mantan Gubernur DKI Jakarta itu tersangka.
“Maka kemudian, bagaimana mungkin untuk menempatkan Anies sebagai tersangka, kemudian perlu dibuat Perkom yang diubah sedemikian rupa. Ini luar biasa sekali, dahsyat sekali. Kita sedang melakukan demonstrasi kejahatan, yang menurut sebagian kalangan pantas di kualifikasi tidak lazim,” tutur Bambang Widjojanto, dilansir dari suara.com (jaringan terkini.id).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
