Rocky Gerung Sebut Pemerintah Jual Isu Radikalisme Untuk Tutupi Kasus Korupsi dan PCR

Rocky Gerung Sebut Pemerintah Jual Isu Radikalisme Untuk Tutupi Kasus Korupsi dan PCR

R
Raja Ade Romania
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik Rocky Gerung menyebut Pemerintah menjual isu Radikalisme dalam kasus penangkapan tiga ulama oleh Densus 88.

Menurut Rocky, isu tersebut sengaja digunakan oleh Pemerintah untuk menciptakan isu baru.

“Jadi Islam selalu akan disodorkan ketika nggak ada isu. Maka disodorkanlah isu Islam,” kata Rocky Gerung dalam video yang diunggah dalam kanal YouTube-nya pada Selasa 16 November 2021.

Ia juga mengatakan bahwa isu tersebut digunakan Pemerintah untuk menutupi kasus korupsi dan bisnis tes PCR yang dilakukan oleh sejumlah pejabat.

“Jadi pemerintah betul-betul main cuma di dua bidang itu aja, atau dia menutupi korupsi atau dia justru dalam upaya menutupi korupsi dan termasuk PCR ini disodorkan isu baru soal radikalisme,” tuturnya.

Baca Juga

Mantan Dosen Universitas Indonesia itu juga menyebutkan jika pihak yang akan menjadi korban dari kemunculan isu baru seputar radikalisme adalah orang-orang yang dianggap satu nafas dengan Habib Rizieq.

“Dan korbannya pasti adalah mereka yang dianggap senafas dengan Habib Rizieq,” imbuh Rocky.

“Padahal sebetulnya fraksi-fraksi dalam Islam itu kan beragam sekali. Pemerintah pukul rata saja untuk mengelabui opini publik itu sebetulnya, bahwa ada kegiatan yang membahayakan negara,” lanjutnya.

Diwartakan oleh Terkini.id sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror menangkap Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustaz Farid Ahmad Okbah dan anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Ahmad Zain An-Najah serta Anung Al-Hamat pada hari  Selasa 16 November 2021.

Ketiganya ditangkap dengan dugaan terlibat pada aksi terorisme. Orang pertama yang ditangkap Densus 88 adalah Ahmad Zain An-Najah. Ia ditangkap di Jalan Merbabu Raya, Perumahan Pondok Melati, Kota Bekasi pada pukul 04.39 WIB.

Selanjutnya, Densus 88 menangkap Farid Ahmad Okbah di Jalan Yanatera, Kelurahan Jatimelati, Kota Bekasi pada pukul 04.43 WIB.

Dan terakhir, Anung Al-Hamad yang ditangkap di Jalan Raya Legok Blok Masjid, Jatimelati, Kota Bekasi, pada pukul 05.49 WIB.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.