Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Rock Gerung menilai upaya penangkapan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) adalah skenario yang memang telah didesain oleh pihak Istana Negara.
Menurut Rocky Gerung, Rizieq Shihab telah menjadi target Istana sejak kepulangannya ke tanah air dari Arab Saudi.
Hal itu disampaikan Rocky lewat tayangan videonya yang diunggah di kanal Youtube Rocky Gerung Official pada Jumat 11 Desember 2020.
Rocky mengatakan, usai Rizieq Shihab tiba di Indonesia, hubungan Istana dengan Rizieq semakin memanas setelah terjadinya insiden penembakan polisi terhadap enam laskar FPI.
Menurutnya, upaya Istana membekuk Rizieq sudah terlihat sejak adanya kerumunan massa di bandara hingga di Petamburan, Jakarta Pusat.
- Sinergi TNI dan Masyarakat Percepat Akses Vital Penghubung Desa di Jeneponto
- Bank Indonesia Gelar Kembali South Sulawesi Investment Challenge di 2026, untuk Penguatan Investasi Berkelanjutan
- Kalla Beton Suplai Precast U-Ditch untuk Paket Pembangunan Embung di IKN
- Minim Pengawasan, Tanah Kosong Rentan Diserobot, Simak Imbauan ATR/BPN
- Indosat Buka Rumah Haji & Umrah, Jamaah Lebih Tenang Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci
“Upaya bekuk habib Rizieq memang desain Istana, terlihat dari mereka yang berkumpul, sejak HRS datang terus dipantau teleponnya, dipantau WA-nya, untuk dijebak ke dalam skenario HRS,” ujar Rocky Gerung.
“Karena Petamburan rumah Habib Rizieq jadi Istana rakyat, dan Istana Presiden terganggu. Mereka ketakutan jika masyarakat menuntut keadilan lewat Istana rakyat,” sambungnya.
Dalam videonya tersebut, Rocky juga mengungkapkan bahwa sebelum Rizieq pulang ke Indonesia, Istana lebih dulu membidik pendiri Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo.
Setelah Rizieq Shihab tiba di tanah air, kata Rocky, Istana lantas mengalihkan bidikannya dari Gatot Nurmantyo ke pentolan FPI tersebut.
“Tadinya bidikan ke Gatot, lewat KAMI yang tiap deklarasi selalu disambut publik sebagai upaya baru perubahan. Namun kini pindah ke Rizieq,” ujarnya.
Rocky Gerung menilai pengalihan bidikan Istana tersebut lantaran Rizieq Shihab dianggap memiliki jumlah massa yang lebih besar.
“Karena dia lebih konkret, ada massa besar, ada kumpulan besar orang yang tuntut keadilan,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
