Soal Tugas Tambahan Luhut Binsar, Rocky Gerung: Kerja Sama Awal adalah Bisnis!

Terkini.id, Jakarta – Terkait tugas tambahan Luhut Binsar Pandjaitan Menteri  yang diberikan Presiden Jokowi berbuntut panjang.

Hal tersebut terlihat saat Pengamat Politik Rocky Gerung turut menanggapi perihal tersebut.

Namun sebelum itu, seperti yang diketahui bahwa Presiden Jokowi meminta Luhut Binsar untuk mengurus masalah minyak goreng yang terjadi saat ini

Baca Juga: Sakit Jadi Alasan Roy Minta Penangguhan, Denny Siregar: Ngaku Sakit...

“Pak Menko Maritim dan Investasi diminta Presiden untuk membantu memastikan ketersediaan dandistribusi minyak goreng sesuai target, di daerah Jawa-Bali,” kata Juru Bicara Menko Marves dan Investasi Jodi Mahardi.

Lantas dari hal itu, melalui sebuah unggahan video di kanal youtobe miliknya, Rocky Gerung tampak menyinggung soal rekam jejak antara Luhut dan Jokowi yang mana dimulai sejak masih total sebagai seorang pebisnis.

Baca Juga: Pengamat Politik Ini Sebut Pak Jokowi Main Hati Dengan Prabowo

 “Ya itu yang kita sebut conflict of interest. Kalau disebut ya kerja sama awal adalah bisnis itu artinya saling melindung bisnis jadi kenapa Luhut diangkat sebagai pengendali minyak goreng?,” tuturnya. Dikutip dari Populis, Jumat, 27 Mei 2022.

Lanjut “Orang kalau baca kompas akan menganggap karena sama-sama punya rahasia bisnis, kan sesuatu yang berawal dari bisnis nggak boleh dicampur dengan kedekatan politik,” ujar Rocky lewat kanal Youtubenya.

Sosok yang kerap kali memberikan kritik keras kepada pemerintah ini menyinggung soal kepercayaan antara dua sosok penting di pemerintahan tersebut.

Baca Juga: Pengamat Politik Ini Sebut Pak Jokowi Main Hati Dengan Prabowo

Namun sebelum itu, Refly menyinggung soal tugas, pokok, dan fungsi yang mana dianggap Luhut tidak ada kaitannya dengan kementerian yang dia pimpin.

“Terlalu banyak kegiatan, hal-hal yang dipercayakan kepada Luhut Binsar Pandjaitan dan itu masalahnya beda-beda. Tidak masuk TUPOKSI sebagai Menkomarves tetapi sudah meramba pada TUPOKSI Institusi lain. Ini menujukkan bahwa Presiden Jokowi tidak on Sistem tetapi lebih bergantung pada orang kepercayaan dan ini bukan sebuah birokrasi modern,” jelas Refly.

Bagikan