Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik Rocky Gerung baru-baru ini menyoroti pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mantan Presiden RI ke-5 yang mengatakan perihal PDIP yang tidak akan berkoalisi.
Hal tersebut disampaikan Rocky Gerung melalui sebuah unggahan video di kanal Youtobe miliknya.
Diketahui bukan tanpa alasan, lantara menurut Megawati Soekarnoputri, Indonesia yang menganut sistem negara presidential tidak mengenal istilah koalisi.
Kendati tidak mengenal istilah koalisi, Ketum PDIP tersebut mengatakan bahwa istilah yang tepat digunakan yaitu kerja sama.
Lantas hal tersebut Rocky Gerung mengatakan bahwa penggunaan istilah koalisi yang dipermasalahkan oleh Megawati.
- Diskusi Situasi Global di UNM, Pembicara Soroti Penurunan Kualitas Demokrasi Indonesia
- Rocky Gerung Saran ke Anies Untuk Tak Maju Dalam Pilgub Jakarta
- Rocky Gerung Beri Tanggapan, Usai Tim PDIP Cabut Laporannya
- Rocky Gerung Akui Sudah Jadi Tersangka
- Kasus Penyebaran Berita Bohong Rocky Gerung Naik Penyidikan
Menurutnya, baik koalisi maupun kerja sama, memiliki arti yang sama.
“Padahal dalam kamus, koalisi artinya kerja sama,” ujar Rocky. Dikutip dari Populis. Selasa, 28 Juni 2022.
Ia mengatakan bahwa Puan Maharani sempat diperintahkan oleh Megawati untuk mencari partai koalisi untuk PDIP.
“Kemarin, Mba Puan mengatakan dia diperintahkan oleh ketua umum yang adalah ibunya untuk cari partai yang bisa bekerja sama dengan PDIP, artinya disuruh koalisi,” ujar Rocky Gerung.
“Jadi, satu istilah diputer-puter sehingga kita dibuat bingung. Di sini tempat kita melakukan klarifikasi bahwa koalisi itu artinya berupaya untuk memperoleh tiket,” lanjutnya.
Rocky Gerung menyimpulkan bahwa koalisi dan kerja sama itu sama, tidak seperti yang disimpulkan oleh Megawati Soekarnoputri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
