Rudy Sebut 2 Hal Mendesak Terhadap Pengungsi Banjir Perumnas Antang

Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin menyebut dua hal mendesak terhadap pengungsi akibat banjir yang melanda Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Makassar. Pertama, soal tempat penampungan pengungsi dan masalah kesehatan.

Untuk itu, Rudy meminta pihak kecamatan untuk selalu mengingatkan warganya ihwal potensi banjir. Rudy menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi lokasi banjir di Kecamatan Manggala, Antang. 

“Yang utama adalah keselamatan, kita antisipasi titik-titik pengungsian agar disiapkan menampung warga,” kata Rudy, Rabu, 20 Januari 2021.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan deras akan berlangsung hingga Februari 2021.

Mungkin Anda menyukai ini:

Selain memenuhi kebutuhan pengungsi, Rudy mengatakan masalah kesehatan juga menjadi prioritas terhadap ratusan pengungsi. 

Baca Juga: Danny Pomanto: Kebijakan Pj Rudy Salah Kaprah, Dana Hibah Pariwisata...

Terlebih, kata dia, saat ini masalah pandemik masih terus berlangsung. Ia mengatakan telah meminta Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan.

“Kita masih di tengah pandemi Covid-19 maka kita mengingatkan warga, di manapun itu, apapun itu kita penting menjaga protokol kesehatan. Tentu itu jangka pendek,” ungkapnya.

Sementara untuk jangka panjang, Rudy berharap ada solusi teknis yang bisa mencegah bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Manggala. Berdasarkan survei awal, Rudy mengatakan penampungan air agak rendah di Manggala. 

Baca Juga: Danny Pomanto Bongkar Penyebab Dana Hibah Pariwisata Gagal Cair

“Jadi belum sempat dialirkan keluar ke arah Nipah-nipah itu sudah tumpah ke sini. Jadi salah satunya kita adakan penanggulan dan mengarahkan air yang masuk untuk keluar, sehingga tidak perlu lagi masuk ke pemukiman warga,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya merencanakan melakukan pelebaran muara sungai. Hal itu, kata dia, dapat memberi dampak yang signifikan terkait dengan tingkat banjir yang ada di Manggala.

“Itu sementara di kaji oleh teman-teman Dinas PU dan melibatkan tim ahli memang untuk memberikan solusi yang komprehensif,” pungkasnya.

Bagikan