Terkini.id, Jakarta – Politisi PDIP, Ruhut Sitompul menanggapi aktivis HAM, Natalius Pigai yang mengecam sikap Presiden Joko Widodo alias Jokowi terhadap konflik Rusia dan Ukraina.
Ruhut Sitompul menyindir bahwa apa yang dilakukan Presiden Jokowi memang selalu salah di mata Natalius Pigai.
“Ini orang siapa ya? Kerjanya tidak ada selain nyinyir dan ngebacot,” kata Ruhut SItompul melalui akun Twitter @ruhutsitompul, seperti dikutip Terkini.id pada Minggu, 26 Juni 2022.
“Di mata kau apa yang dilakukan Pak JOKOWI Presiden RI pasti salah nggak ada yang benar,” sambungnya.
“Tolong ngaca dong? apa takut ngacaca karena sesuatu ha ha ha ha nger ka’le Aku melihatMu Shalom MERDEKA,” katanya lagi.
- Viral! Anies Sebut Kain Batik Bukan Sebagai Baju, Ruhut Sitompul: Pribumi Asli Ketahuan Palsunya Yaman
- Kerap Sudutkan Anies, Politisi NasDem ke Ruhut: Lebih Baik Narasinya Seputar Gagasan
- Habib Kribo Sebut 212 Baru Lahir Kemarin, Ruhut Sitompul: Kalaulah Semua Habib Seperti Ini!
- Ruhut Sitompul: Kok Sewot Dengan Pidato Sambutan Bapak Joko Widodo di Hut Golkar?
- Ariel Sebut Pemimpin Inggris Berlatar Belakang Agama Berbeda, Ruhut Sitompul: Kadrun Pada Stres!
Sebelumnya, Natalius Pigai menyampaikan penilaiannya bahwa Presiden Jokowi berpihak kepada Rusia dalam konflik dengan Ukraina.
Ia pun mengecam sikap Presiden Jokowi yang menurutnya tidak adil kepada orang yang menderita di Ukraina.
“Semua terbaca, Jokowi dipihak Rusia,” kata Natalius Pigai melalui akun Twitter @NataliusPigai2, seperti dikutip Terkini.id pada Sabtu, 25 Juni 2022.
“Arah politik Jokowi juga sebangun dengan Putin; ikut mendukung separatism Crimea, Luhansk & Donetsk,” sambungnya.
“Jokowi juga gagal meyakinkan rakyat Indonesia yang fanatik Rusia. Saya kecam sikap Jokowi tidak adil pada orang yang menderita di Ukraina,” katanya lagi.
Bersama pernyataannya, Natalius Pigai melampirkan tulisan soal Presiden Jokowi yang menuai pujian karena mau mendamaikan Rusia dan Ukraina.
Dilansir dari Tempo, beberapa waktu yang lalu, Presiden Jokowi memang mengungkapkan keinginannya mendamaikan perang Rusia Ukraina melalui Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 di Bali pada November 2022.
Sebagaimana diketahui, Rusia dan Ukraina memang telah terlibat konflik perang sejak Februari 2022.
Sebagai langkah awal, Presiden Jokowi mengaku sudah berkomunikasi dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky melalui sambungan telepon pada Kamis, 28 April 2022.
Dalam obrolan itu, Presiden Jokowi menawarkan mediasi antara Ukraina dengan Rusia.
“Dalam pembicaraan telepon kemarin saya mengundang Presiden Zelensky untuk hadir dalam KTT G20,” ujar Jokowi pada Jumat, 29 April 2022.
Selain melakukan pembicaraan dengan Ukraina, Presiden Jokowi mengaku juga membuka komunikasi dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin
Dalam pembicaraan via telepon itu, ia menanyakan kabar terbaru terkait proses negosiasi antara Rusia dan Ukraina.
Kepada Putin, Presiden Jokowi menekankan agar perang segera diakhiri dan berharap kedua negara bisa segera berdamai.
“Indonesia siap berkontribusi untuk upaya damai tersebut. Dalam kesempatan tersebut Presiden Putin menyampaikan terima kasih atas undangan KTT G20 dan beliau menyatakan akan hadir,” ungkapnya.
Presiden Jokowi juga disebut akan bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Moskow pada 30 Juni 2022.
Hal ini mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan. Salah satunya pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Kertopati.
“Kita tentu menyambut baik niat Presiden Joko Widodo untuk menjadi juru damai di tengah perang Ukraina versus Rusia. Hal ini sesuai dengan UUD 1945,” kata Susaningtyas pada Kamis, 23 Juni 2022.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
