Terkini.id, Jakarta – Politisi PDIP, Ruhut Sitompul mengeluarkan singgungannya untuk Fuad Bawazier terkait Jokowi mengurusi negara konflik.
Ruhut Sitompul melalui cuitannya di media sosial Twitter, yang dilihat pada, Senin 4 Juli 2022, menyinggung Fuad Bawazier dengan menyebutnya kadrun modal bacot.
Dalam narasi cuitannya, Ruhut Sitompul meminta kepada Fuad Bawazier untuk duduk baik-baik di boncengan jika tidak mampu berbuat apa-apa.
Selain itu, Ruhut Sitompul mengaku kasihan dengan Fuad Bawazier karena hanya bermodalkan nyinyir dan bacotan saja, yang dinilai Ruhut tidak mampu melakukan apa-apa.
“Kalau kau tidak mampu baik-baik saja duduk diboncengan ha ha ha kadrun sich modal nyinyir dan ngebacot doang ka’cian deh Wassalam”, cuit Ruhut Sitompul.

- Viral! Anies Sebut Kain Batik Bukan Sebagai Baju, Ruhut Sitompul: Pribumi Asli Ketahuan Palsunya Yaman
- Kerap Sudutkan Anies, Politisi NasDem ke Ruhut: Lebih Baik Narasinya Seputar Gagasan
- Habib Kribo Sebut 212 Baru Lahir Kemarin, Ruhut Sitompul: Kalaulah Semua Habib Seperti Ini!
- Ruhut Sitompul: Kok Sewot Dengan Pidato Sambutan Bapak Joko Widodo di Hut Golkar?
- Ariel Sebut Pemimpin Inggris Berlatar Belakang Agama Berbeda, Ruhut Sitompul: Kadrun Pada Stres!
Sontak, dari cuitannya ini, Ruhut Sitompul pun panen hujatan dari warganet yang menilai bahwa Ruhut adalah seorang penjilat yang tidak pernah kebagian jabatan.
“Kau ruhut, masih waras dan punya urat malu apa nggak? Dari dulu dari rezim ke rezim berikutnya selalu jadi PENJILAT…demi menyambung hidup… tapi anehnya selalu nggak kebagian jabatan…apa karena otaknya BLOON ya…jadi antara otak dan dengkul nggak ada bedanya”, komentar akun @Taofik46612597.

Sebelumnya, Mantan Menkeu, Fuad Bawazier menyebutkan bahwa konflik antara Rusia dan Ukraina sulit terurai karena mendapat intervensi asing.
Apalagi menurut Fuad, tanpa adanya intervensi asing kedua negara konflik itu telah menimbulkan masalah yang konpleks untuk dunia.
Dengan analisisnya itu, Fuad lantaran menuturkan bahwa pertemuan antara Jokowi, Putin dan Zelenskyy akan sangat sulit mencapai cita-cita gencatan senjata.
“Masalah-masalah ini diperbesar lagi oleh kebiasaan Amerika Serikat dan Sekutunya, khususnya Sekutu Eropa melalui berbagai embargo dan sanksi lain khususnya swift perbankan kepada Rusia”, kata Fuad Bawazier seperti dikutip dari laman Rmol.id.
Menurut eks Menkeu itu, tanpa adanya sanksi dari AS pun akibat yang ditimbulkan oleh perang sudah sangat berat sekali.
“Sampai-sampai akibat sanksi itu telah memukul ekonomi Amerika Serikat sendiri, memukul sekutunya di Eropa sehingga mereka pun mendukung Amerika Serikat dengan setengah hati”, ujarnya.
Selain itu, Fuad berpendapat bahwa pertemuan antara Jokowi dan kedua presiden negara konflik itu tidak akan merubah apa-apa, termasuk gencatan senjata.
Dengan pertimbangan itu, Fuad menyampaikan keraguannya bahwa Jokowi bisa mendamaikan kedua negara konflik itu.
“Dan Presiden Zelenskyy entah sadar atau tidak, dengan semangatnya ingin menjadikan negaranya anggota NATO, telah membawa Ukraina kepada pengorbanan yang luar biasa”, ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
