Masuk

Megawati Sebut Jengkel Lihat Indonesia Nggak Mikir Saat Bapaknya jadi Proklamasi, Ruhut Sitompul: Tolong Kadrun Jangan Sewot!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Politikus PDI-Perjuangan, Ruhut Sitompul belum lama ini menyoroti pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyebutkan jengkel lihat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ruhut Sitompul melalui sebuah cuitan di akun media sosial twitter-nya.

Dalam cuitannya, Ruhut tampak setuju dengan pernyataan yang dilontarkan Megawati.

Baca Juga: Megawati Soekarnoputri Belum Putuskan Usungan Capres 2024 di HUT PDIP ke-50

“Apa yang dikatakan ibu Megawati Soekarnoputri ketua umum PDI Perjuangan Presiden RI ke 5 benar 100 nilainya,” turutnya. Minggu, 8 Mei 2022.

Lanjut “Tolong kadrun jangan sewot belajarlah menghormati jasa para pahlawan dan pahlawan Kemerdekaan Proklamator MERDEKA,” pungkas Ruhut.

Cuitan Politikus PDIP ini diikuti dengan link media dengan judul “Megawati: Saya suka jengkel lihat Indonesia orang apa enggak mikir saat bapak saya Proklamasi?”.

Baca Juga: Jelang Laga Lawan Indonesia di Babak Semifinal Piala AFF 2022, Vietnam Minta Perlindungan FIFA, AFF, Serta Kedutaan Besar

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri mengaku suka jengkel ketika melihat orang-orang di Indonesia. Dikutip dari PIkiranrakyat.

Apalagi, Kemerdekaan Indonesia 77 tahun lalu ini diproklamirkan oleh sang ayah sekaligus Presiden pertama Indonesia, Soekarno.

“Saya suka jengkel ngeliat Indonesiaku ini, yang diproklamirkan oleh Bung Karno, Aduuuh,” kata Megawati.

Dia pun merasa heran apakah orang-orang tidak memikirkan ketika Soekarno memproklamirkan naskah proklamasi Indonesia.

Baca Juga: Politikus PDIP Prediksi Syahrul Yasin Limpo Akan Didepak Dari Kabinet Jokowi

Padahal, pada saat itu pria yang akrab disapa Bung Karno tersebut merasa ketakutan saat akan membacakan proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Akan tetapi, demi kepentingan kemerdekaan Indonesia, Bung Karno memberanikan diri membacakan naskah Proklamasi tersebut.

“Orang kali nggak mikir ya bahwa waktu bapak saya ngomong saya nanya kok ‘bapak apa nggak takut ya?’ ‘ya takut lah, tapi demi kepentingan yang membuat republik ini ada harus ada orang yang berani’, aduh gagah banget,” tuturnya.