Rumah Sakit Luar Negeri Lebih Disukai Masyarakat Indonesia, Yasonna: Kita Kehilangan Devisa Triliunan Rupiah

Rumah Sakit Luar Negeri Lebih Disukai Masyarakat Indonesia, Yasonna: Kita Kehilangan Devisa Triliunan Rupiah

LA
R
Lilis Adilah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Kecenderungan masayarakat Indonesia memilih berobat ke rumah sakit luar negeri mengundang reaksi dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Repuplik Indonesia, Yasonna Hamonangan Laoly atau Yasonna Laoly.

Yasonna menyebut kebiasaan masayarakat berobat ke luar negeri mengakibatkan negara kehilangan devisa hingga triliunan rupiah.

Menurut Yasonna, tercatat sekitar dua juta rakyat Indonesia melakukan pengobatan ke luar negeri setiap tahunnya. Olehnya itu, menurut Yasonna, UU kedokteran juga perlu direvisi.

“Pemerintah mencatat Indonesia kehilangan devisa triliunan rupiah karena terdapat dua juta masyarakat yang berobat ke luar negeri setiap tahunnya”, kata Yasonna, dikutip dari laman Republika, Jumat 1 April 2022.

Yasonna mengatakan jika UU kedokteran perlu direvisi untuk lebih menguatkan sistem kedokteran sehingga lebih maksimal dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

Baca Juga

Menurutnya, jika pelayanan yang diberikan semakin bagus, maka kepercayaan masyarakat untuk berobat dalam negeri juga akan semakin bagus pula yang imbasnya akan ke devisa negara.

Selain itu, yang menjadi alasan untuk merevisi UU kedokteran yakni mempermudah dokter yang menempuh Pendidikan di luar negeri untuk membuka praktek di Indonesia.

“Ada orang Indonesia yang studi kedokteran di Rusia, tapi susah praktik di Indonesia”, kata Yasonna lagi.

Dengan adanya revisi UU tersebut, menurut Yasonna akan lebih memudahkan para dokter lulusan luar negeri untuk membuka praktek, apalagi sekarang Indonesia membutuhkan banyak dokter.

“Prosesnya dipermudah jangan berbelit-belit”, tambahnya.

Revisi UU kedokteran ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menyiapkan Indonesia emas menyongsong 100 tahun Indonesia yang jatuh pada tahun 2045.

Salah satu upaya untuk merealisasikannya adalah mendorong anak Indonesia yang berprestasi di segala bidang, termasuk kedokteran untuk kembali ke Tanah Air dan mengamalkan ilmunya.

Yasonna kembali mengatakan jika izin praktek kedokteran berbelit-belit apalagi untuk lulusan luar negeri, maka dia mengkhawatirkan tidak ada kemajuan dalam bidang kedokteran dan masyarakat akan memilih berobat ke luar negeri yang dampaknya akan ke devisa negara.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.