Rusia Temukan Dokumen Laboraturium Biologi AS

Terkini.id, Jakarta – Kamis 10  maret 2022, melalui Juru Bicara kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konaskhenkov, ia menyatakan bahwa Rusia telah menemukan sejumlah dokumen rahasia tentang laboraturium biologi yang hendak digunakan oleh Amerika Serikat di Ukraina sebagai eksperimen sampel  virus Covid-19.

Pihak Rusia menduga bahwa AS telah mengembangkan varian virus corona dari kelelawar. Hal ini tentu menjadi topik menarik dan penting untuk disikapi secara serius, sebab akan sangat berbahaya bila terbukti adanya dan dampaknya yang mematikan.

Diketahui bahwa setelah beberapa waktu Rusia melakukan operasi militer khusus ke Ukraina, terdapat begitu banyak hal menarik yang membuat dunia heboh, salahsatunya dengan ditemukannya dokumen laboraturium biologi AS di Ukraina. 

Baca Juga: Update Covid-19 Sabtu 25 Juni, Tambah 1.831 Kasus Baru

Dikutip dari Tribun news com, hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konaskhenkov, pada Kamis, 10 Maret 2022.

Pihaknya telah menemukan dokumen yang menjadi bukti keberadaan lab biologi di Ukraina disponsori oleh AS.

Baca Juga: Update Covid-19 Kamis 23 Juni, Tambah 1.907 Kasus Baru

Aktivitas yang dilakukan adalah eksperimen dengan sampel virus COVID-19 dari kelelawar. “Spesialis Rusia dari divisi perlindungan radiasi, kimia, dan biologi telah mempelajari dokumen tentang transfer biomaterial manusia yang diambil di Ukraina ke negara-negara asing atas instruksi perwakilan AS”.

Dikutip dari Chanel Youtube Tribun medan Tv, dilansir dari Anadolu Agency, lab tersebut mempelajari kemungkinan penularan flu babi Afrika dan antras melalui unggas, kelelawar, dan reptil. Selain itu, Amerika Serikat menggunakan lab biologi ini untuk menyelidiki penularan patogen melalui burung liar yang terbang di antara Ukraina dan Rusia.

Hal ini menguatkan dugaan Rusia yang menyebut AS telah kembangkan lab biologi di Ukraina. Tujuannya tak lain untuk menciptakan mekanisme penyebaran rahasia patogen mematikan.

Baca Juga: Update Covid-19 Kamis 23 Juni, Tambah 1.907 Kasus Baru

Berdasarkan Informasi diatas dapat kita ketahui bersama bahwa operasi militer khusus Rusia ke Ukraina dapat dikatakan memiliki tujuan terukur, sistematis, untuk mencegah suatu dampak buruk.

Namun demikian, informasi diatas menjadi sebuah dilematis pembaca dalam mengelola fakta yang sebenarnya, apalagi begitu banyaknya berita yang menyebar di berbagai media online terkait temuan dokumen tersebut. 

Bagikan