Terkini.id, Jakarta – Roman Abramovich diduga diracuni pada saat menjalankan misinya sebagai Negosiator Perdamaian Rusia dan Ukraina.
Abramovich yang merupakan pemilik klub sepak bola Inggris ini menjadi salah satu target tindakan kriminal yang terjadi di perbatasan Ukraina-Belgarus.
Tidak hanya Abramovich saja yang mengalami keracunan. Dua orang negosiator dari Ukraina juga mengalami hal yang serupa.
Terkuaknya insiden keracunan ini di dapatkan dari sebuah laporan yang menyatakan bahwa tindakan kriminalitas ini dilakukan oleh kelompok garis keras Rusia. Kelompok keras Rusia tersebut ingin melaksanakan sabotase terhadap perundingan perdamaian Rusia-Ukraina.
Dilansir dari halaman detik.com dari Reuters bahwa setelah berita ini muncul ke permukaan, seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan ada laporan intelejen yang isinya mengenai gejala aneh yang muncul pada tubuh Abramovich.
- Jurnalis AS Tucker Sebut Putin Terluka dan Marah Oleh Penolakan Barat
- Putin Sebut Xi Jinping Sebagai Sahabat Terkasih dan Berharap Berkunjung ke Moskow
- Putin Ungkap Tidak Akan Menyerah Pada Upaya Barat Gunakan Ukraina Untuk Hancurkan Rusia
- Volodymyr Zelensky Nyatakan Terus Lawan Rusia Sampai Menang
- Rusia Tolak Mentah 10 Poin Usulan Perdamaian Zelensky
Sedangkan dua orang negosiator asal Ukraina bukan mengalami keracunan, melainkan karena faktor ‘lingkungan’.
Namun salah satu pejabat kantor kepresidenan Rusia menyatakan bahwa berita mengenai Abramovich diracuni adalah cerita palsu. Lebih lanjut lagi pejabat bernama Lhor Zhovkva mengatakan kepada BBC bahwa Abramovich dalam kondisi baik-baik saja.
Namun menurut wartawan BBC Frank Gardner, ia tidak kaget atas berita keracunan tersebut. Menurutnya Amerika Serikat ingin membuat anggapan bahwa siapa saja, khususnya Rusia telah memakai sebuah senjata kimia di Ukraina.
Sebab ini bisa membuat mereka melaksanakan tindakan balas dendam yang sebenarnya mereka tidak mau lakukan.
Kondisi tubuh dari pemilik klub bola Chelsea ini telah membaik sejak peristiwa keracunan ini terjadi pada Kamis 3 Maret 2022. Para negosiator Ukraina dan anggota parlemen Ukraina Rustem Umerov juga dalam keadaan sehat.
Para negosiator perdamaian Rusia dan Ukraina ini masih terus akan melaksanakan misi mereka agar bisa mencapai target untuk mengupayakan berakhirnya perang Rusia dan Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa sang miliuner Rusia tersebutlah yang menawarkan bantuannya sebagai sebuah perantara antar kedua negara.
Abramovich sendiri terlihat terakhir kali saat ia sedang berada di bandara Tel Aviv pada Senin 14 Maret 2022, sepuluh hari setelah dugaan keracunan.
Roman Abramovich sebenarnya sedang mendapatkan sanksi hukuman dari Uni Eropa dan Inggris terkait hubungannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Namun ia membantah bahwa dirinya tidak memiliki hubungan khusus dengan Putin seperti yang diberitakan.
Oleh karena itu Presiden Ukraina memohon kepada Amerika Serikat agar Abramovich tidak dihukum terlebih dahulu supaya ia bisa menjadi aset penting dalam misi perdamaian Rusia dan Ukraina.
Kremlin sendiri membenarkan pernyataan bahwa memang Abramovich memiliki peran dalam misi perdamaian ini. Tetapi perdamaian ini tidak bergantung padanya, melainkan seluruh tim negosiator antar dua negara.
Pihak Rusia dan Ukraina akan bertemu kembali dalam melaksanakan perundingan perdamaian via tatap muka secara langsung untuk pertama kalinya pada Selasa 29 Maret 2022 waktu setempat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
