Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar bakal menerapkan vaksinasi Covid-19 di jalanan terhadap pengendara yang kedapatan belum melakukan vaksinasi.
Program tersebut bernama vaksin on the road yang akan berlaku saat libur natal dan tahun baru (Nataru).
Seluruh warga yang melintas di perbatasan Makassar-Maros, Makassar-Gowa akan melewati pemeriksaan vaksinasi terlebih dulu.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan vaksin on the road langsung berlaku begitu PPKM Level 3 diterapkan, yakni pada 24 Desember 2021.
“Tujuannya mengurangi mobilitas, mengurangi orang-orang di seputar Makassar yang tidak vaksinasi yang masuk Makassar,” kata Danny Pomanto, Senin, 29 November 2021.
- Kemitraan Australia Indonesia Implementasikan Percepatan Vaksinasi Bagi Kelompok Rentan di Sulsel
- Dituduh Bjorka Belum Booster, Luhut Pandjaitan Bilang Begini
- Siap-siap! Balita akan Diberi Vaksin Covid-19 Akhir 2022, Ini Penjelasan Menkes
- Masuk Mall Wajib Vaksin Booster, Netizen: Bisanya Nyusahin
- Vaksin COVID-19 dan Kontraindikasi Buat Ibu Menyusui
Pemerintah kota, kata dia, bertugas melindungi masyarakat yang sudah vaksin dari orang yang belum vaksin.
“Maka saya akan menghadang orang yang mau masuk Makassar. Kalau dia tidak vaksin, vaksin sekarang,” ucapnya.
Selain itu, Danny mengatakan hal itu untuk mempermudah masyarakat Kota Makassar yang baru dosis pertama untuk melengkapi dosis kedua.
“Semua pintu masuk ke Makassar akan kita jaga,” tuturnya.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar, Yeni Rahman menyarankan agar vaksinasi cukup dilakukan di puskesmas atau tempat fasilitas kesehatan lainnya.
Menurut Yeni, setiap penerima vaksin memiliki reaksi tubuh berbeda-beda, tergantung dari imunitas mereka masing-masing.
“Setiap orangkan beda reaksi tubuhnya, seandainya memang sudah ada jaminan tidak ada reaksinya, itu boleh-boleh saja,” ujarnya.
Ia pun meminta agar pemerintah kota lebih preventif untuk menghindari terjadinya pandemi gelombang ketiga.
“Karena reaksi tiap orang beda-beda memang lebih bagus kita preventif untuk menghindari kemungkinan itu,” terangnya.
Ia pun menyarankan agar pemerintah kota memaksimalkan program vaksinasi 100 persen 1 hari 100 RT.
“Jadi kalau saya lebih tepat adalah kita giatkan vaksinasi RT/RW, itu lebih efektif, dan misalnya terjadi sesuatu cepat bisa diantisipasi, yang paling penting sebenarnya ketika sudah divaksin ya istirahat,” katanya.
“Apalagi kalau di puskesmas itu lebih efektif lagi, begitu dia ssedang i vaksin pulang istrht, takutnya kalau di jalan misal pengendara mau keluar kota, itu bahaya,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
