Saatnya Edukasi! Berapa Kali Sepekan Idealnya Sperma Harus Dikeluarkan Pria? Berikut Penjelasannya

Terkini.id, Jakarta – Seperti diketahui, berejakulasi bagi pria merupakan sesuatu yang normal dan bahkan memang harus dilakukan di saat-saat tertentu.

Ejakulasi sendiri adalah pelepasan sperma dan cairan semen yang dimiliki pria melalui penisnya akibat proses rangsangan seksual.

Sejumlah penelitian mengatakan bahwa ejakulasi atau mengeluarkan sperma dalam tubuh memiliki berbagai manfaat baik untuk kesehatan.

Baca Juga: Sang Suami Sekarat karena Covid-19, Wanita Ini Justru Berkeras Perjuangkan...

Hasil penelitian ini tentunya membuat kaum pria menjadi bertanya-tanya, terlebih soal intensitas normal dari ejakulasi.

Lantas adakah patokan khusus berapa kali dalam sepekan sperma harus dikeluarkan?

Baca Juga: Covid-19 Diduga Bisa Menular Lewat Air Mani, Simak Penjelasan Ahli

Dilansir terkini.id dari laman Medical News Today via Sonora pada Selasa, 14 September 2021, sejatinya frekuensi atau seberapa seringnya ejakulasi dalam sepakan tak memiliki patokan khusus.

Pasalnya, frekuensi ejakulasi atau sperma keluar pada pria berbeda-beda dari satu dengan lainnya.

Rupanya semua tergantung dari usia, kondisi kesehatan, dan status hubungan pribadi masing-masing.

Baca Juga: Covid-19 Diduga Bisa Menular Lewat Air Mani, Simak Penjelasan Ahli

Namun, berdasarkan studi di AS pada tahun 2015, pria paling sering ejakulasi dari bercinta dengan pasangannya saat berusia sekitar 25 hingga 29 tahun.

Hasil penelitian terpantau, seringnya frekuensi bercinta dan ejakulasi tersebut akan semakin menurun seiring bertambahnya usia.

Dengan demikian, sampai saat ini masih belum ada patokan baku soal frekuensi ideal pria untuk mengeluarkan sperma dalam sepekan, baik itu melalui masturbasi atau bersama pasangan.

Kemudian, dampak dari sering mengeluarkan sperma pun tak bisa dipukul rata antara satu pria dengan pria lainnya. Sebab, kondisi tubuh orang memang berbeda-beda.

Hanya saja, ejakulasi akan berbahaya jika pria tidak nyaman melakukannya dan aktivitas seksualnya menyebabkan nyeri.

Bagikan