Terkini.id, Jakarta – Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan menuai kritikan usai membandingkan harga pangan Indonesia dan Singapura dan mengaitkannya dengan pembangunan infrastruktur.
Menanggapi pernyataan Mendag Zulhas, mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu melayangkan kritikannya kepada Zulhas yang menilai pemerintah tega menyulitkan rakyatnya demi infrastruktur.
Narasi sindiran Said Didu untuk Mendag Zulhas ini ditulis melalui sebuah cuitannya di media sosial Twitter, sebagaimana dilihat pada, Minggu 26 Juni 2022.
Eks Sekretaris BUMN itu kemudian meminjam kata-kata Zulhas pada saat mengetahui harga pangan melonjak tinggi, yakni kaget.
Said didu meminjam kata-kata marah, kaget dan kecewa seperti menirukan gaya berbicara pemerintah, namun dalam konteks berbeda, yakni marah dengan pernyataan pejabat seperti Zulhas.
- Wali kota Makassar dan Menko Pangan Bahas Proyek Sampah Jadi Energi di Rakor Nasional
- Pilkada Jeneponto, Syamsuddin Karlos Sah Terima SK Model B1 KWK dari Zulkifli Hasan
- Dihadiri Zulkifli Hasan, Sejumlah Anak-Anak Ikut Kampanye PAN Bahkan Ikut Berjoget di Atas Panggung
- Ketum PAN Sebut Presiden Bisa Berikan Dukungan ke Kandidat Presiden
- Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan Bakal Bertemu Megawati Soekarnoputri
“Saya pinjam kata-kata si dia bahwa saya kaget, kecewa, sebal, dan marah membaca pernyataan pejabat seperti ini. Kok tega membuat rakyat sulit beli pangan demi infrastruktur? Semoga kalian masih waras”, tulis Said Didu, seperti dikutip dari cuitannya.

Sebelumnya, Mendag Zulhas menyatakan bahwa jika pemerintah menurunkan harga pangan, maka itu akan berimbas besar kepada lonjakan anggaran subsidi.
Menurut Zulhas, jika anggaran subsidi melonjak, maka dampak terbesarnya adalah kepada pembangunan sejumlah infrastruktur.
“Bisa saja beras diturunkan harganya, artinya subsidinya naik. Kalo subsidi naik, bisa gelap tuh lampu. Jalan rusak, enggak bisa diperbaiki, habis uangnya, sekarang subsidi kita 500 triliun lebih, maka kita paling murah”, kata Zulhas.
Zulhas menilai jika pemerintah terus mengeluarkan subsidi untuk menurunkan harga pangan, maka negara bisa saja kolaps, apalagi sekarang dana subsidi sudah dikeluarkan sebesar 500 triliun lebih.
“Jadi kalau mau harga diturunkan, subsidinya naik artinya kalau subsidi naik, pemerintah bisa kolaps”, ujarnya menambahkan.
Mendag Zulhas kemudian membadingkan harga kebutuhan di negara tetangga sperti Singapura, menurutnya harga beras di Indonesia masih lebih murah.
“Nah di Singapura beras itu 10-12 ribu. Jadi ini pemerintah sudah subsidi luar biasa. Jika harga telur terus turun maka peternak terancam tidak bisa berjualan”, pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
