Terkini.id, Jakarta – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin membalas mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu yang menyebut pengelolaan negara rusak.
Melalui akun Twitter pribadinya, Ngabalin menyindir apa perbedaan isi kepala Said Didu dengan isi Septic Tank.
“Apa perbedaan isi kepala Said Didu dan isi septic tank?” kata Ngabalin, sebagaimana dikutip pada Sabtu, 21 Mei 2022.
Bersama pernyataannya, Ngabalin membagikan berita soal sindiran Said Didu kepadanya mengenai Ustaz Abdul Somad (UAS) yang ditolak masuk Singapura.
Sebelumnya, Ngabalin menyebut ditolaknya Ustaz Abdul Somad masuk Singapura bukanlah urusan Pemerintah Indonesia.
- Kabar Rencana PPN Naik Jadi 12 Persen Tahun 2025, Said Didu: Pemerasan Rakyat
- Pemerintahan Jokowi Habiskan Rp 2.778 Triliun Bangun Tol Hingga Bandara, Said Didu: Ini Kebohongan Publik
- Said Didu Sorot Permintaan Jokowi ke China Terkait IKN hingga Singgung Kereta Cepat
- Kritik Subsidi Mobil Listrik, Said Didu Berikan Contoh Alur Merampok Rakyat Melalui Kebijakan
- Stafsus Kemenkeu Disemprot Said Didu Usai Bahas Dana Pajak
“Itu kan bukan urusannya pemerintah RI, urusannya dengan kedaulatan negara Singapura terhadap mereka punya kewenangan untuk beri penilaian apakah seseorang itu bisa datang, masuk ke negara itu,” kata Ngabalin, Rabu, 18 Mei 2022, dilansir dari CNN Indonesia.
Diketahui, setidaknya ada empat alasan Singapura menolak kedatangan UAS, yakni dianggap menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, pernah ceramah soal bom bunuh diri, pernah menyebut salib Kristen rumah jin kafir, dan kerap mengkafirkan ajaran agama lain.
Mengenai ini, Ngabalin mengatakan bahwa pemerintah tidak akan mengklarifikasi hal tersebut ke pemerintah Singapura.
“Tidak ada hubungannya dengan pemerintah, tidak ada urusannya dengan pemerintah,” katanya.
Menurut Ngabalin, dengan empat alasan tersebut, pemerintah Singapura menilai UAS tidak layak masuk ke dalam negaranya.
“Itu hak mereka. Makanya, memang juga kita hidup kan bukan hanya di dalam Indonesia saja, tapi juga hidup dengan gampang di dunia maya dan dunia ini sangat gampang mendeteksi seseorang, watak, dan jalan pikirannya,” kata Ngabalin.
Menanggapi hal ini, Said Didu menyindir bahwa jika suara istana seperti yang disampaikan Ngabalin, maka dapat dibayangkan betapa rusaknya pengelolaan negara saat ini.
“Jika suara istana seperti ini, kita sudah bisa bayangkan betapa rusaknya pengelolaan negara,” kata Said Didu, sebagaimana dikutip dari akun Twitter pribadinya pada Kamis, 19 Mei 2022.
“Secara terbuka sudah tidak melaksanakan amanat konstitusi yaitu Negara/pemerintah berkewajiban melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
