Terkini.id, Jakarta – Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang menjawab cibiran mantan Panglima TNI Jenderal Purn. Gatot Nurmantyo yang menyebut bahwa Moeldoko tak mencerminkan etika prajurit.
Salah satu penggagas KLB, Darmizal mengaku tidak ingin ambil pusing dengan cibiran Gatot. Dia memastikan bahwa pihaknya akan tetap memperjuangkan apa telah mereka mulai sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
“Seperti pepatah saja kami jalani, anjing menggonggong, kafilah berlalu. Jadi mau ngomong apa aja silakan. Selagi kami menjalankan koridor, aturan hukum, nilai-nilai, dan norma yang ada di negeri tercinta ini, show must go on,” kata Darmizal, pada Selasa 16 Maret 2021, dilansir dari CNN Indonesia.
Darmizal lalu mengungkapkan bahwa Moeldoko tidak pernah memiliki ambisi untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat.
Menurutnya, Moeldoko hanya menerima tawaran dari para kader yang memang menginginkan KLB.
- Sebut Kubu Moeldoko Kalah 8-0 Lawan Kubu AHY, Politisi Demokrat: Jenderal Dikalahin Mayor
- Ruhut Sitompul Sebut Demokrat Hanya Masa Lalu: Sekarang Bangga Jadi Kader PDIP, Paten Merdeka
- Gugatan Yusril Ditolak MA, Demokrat: Begal Dimanapun Selalu Kalah
- Demokrat Sebut Yusril Minta Bayaran 100 M, Kubu Moeldoko: Kami Tidak Selera Tanggapi Pernyataan Panik dan Jurus Mabuk
- Rachland: Apa karena Demokrat Tak Sanggup Bayar 100 M maka Yusril Pindah Membela Kubu Moeldoko?
Bahkan,menurut Darmizal, Moeldoko awalnya selalu menolak untuk dicalonkan menjadi Ketua Umum Demokrat dan belum memberi kepastian sehari menjelang KLB.
“Kapan Pak Moeldoko menyetujui pinangan para kader Demokrat? Yaitu tanggal 5 Maret 2021, jelang kongres, saat kongres berlangsung,” ungkapnya.
Darmizal lalu menyindir balik Gatot soal rekam jejaknya, terutama selama menjadi Panglima TNI. Mnurutnya, rekam jejak tersebut menunjukan bahwa ia orang yang sulit dipercaya.
“Ketika beliau sebagai pembantu presiden, jadi panglima, berkunjung ke mana-mana, apa yang beliau lakukan?” ucapnya.
“Kalau track record-nya baik, masih mungkin didengar, tapi kalau seperti yang kita ketahui, sulit juga orang percaya apa yang disampaikan itu adalah sebuah kebenaran,” tambahnya.
Sebelumnya, Gatot mengaku tidak percaya bahwa Moeldoko ikut dalam KLB Partai Demokrat sebab menurutnya tindakan tersebut tidak sesuai dengan etika dan moral seorang prajurit.
“Saya ingin garis bawahi bahwa apa yang beliau [Moeldoko] lakukan sama sekali tidak mencerminkan kualitas, etika, moral dan kehormatan yang dimiliki seorang prajurit,” kata Gatot lewat akun Instagram resmi @nurmantyo_gatot, Selasa, 16 Maret 2021.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
