Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik bertanya apakah Yusril Ihza Mahendra pindah membela Kubu Moeldoko karena Demokrat tak sanggung membayar Rp100 miliar.
Sebagaimana diketahui, Yusril Ihza Mahendra menjadi Kuasa Hukum empat mantan kader Partai Demokrat yang mengajukan Jucial Review (JR) terhadap AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung.
Sebelumnya, Yusril mengatakan bahwa mengajukan JR terhadap AD/ART Demokrat itu akan baik untuk demokrasi yang sehat.
Namun, Rachland Nashidik tak mempercayai alasan Yusril Ihza Mahendra bahwa ia melakukan itu demi demokrasi.
Oleh sebab itu, ia bejanji tak akan berhenti membongkar klaim Yusril yang menurutnya palsu itu.
- Gubernur Sulsel Terima Kunjungan Menko Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra
- Minta Larangan Bukber Dicabut, Yusril Ihza: Pemerintah Jokowi Bisa Disebut Anti-Islam!
- Larangan Buka Puasa Bersama Tuai Respons dari Berbagai Pihak
- Mahfud MD Ngaku 'Nyerah' Ditantang Debat Jumhur Hidayat: Mohon Maaf!
- Yusril Sebut Prabowo Berpotensi Menangkan Pilpres 2024 Jika Didampingi Jokowi Sebagai Cawapres
Rachland mengaku baru akan berhenti apabila Ketua Umum Partai Bukan Bintang (PBB) itu mengakui menjual jasa profesionalnya tanpa embel-embel demokrasi.
“Tapi di situ juga ada pertanyaan: apa karena Demokrat tak sanggup bayar 100 Miliar maka Yusril pindah membela kubu Moeldoko? Dibayar lebih mahal?” katanya melaluu akun Rachlandnashidik pada Rabu, 29 September 2021.
Selang satu jam sebelum Rachland mencuit hal itu, politisi Demokrat lain, yakni Andi Arief juga menyinggung soal bayaran Yusril.
Andi Arief mengatakan bahwa partainya pasti akan menghadapi gugatan JR empat eks kader Demokrat di MA.
“Kami cuma tidak menyangka karena Partai Demokrat tidak bisa membayar tawaran anda 100 Milyar sebagai pengacara, anda pindah haluan ke KLB Moeldoko,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
