Saran Penjabat Walikota Makassar ke Pengunjuk Rasa

Temu Wartawan

Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar, M Iqbal Samad Suhaeb menyarankan mahasiswa untuk  berdialog kepada para anggota DPR RI ketimbang berunjuk rasa. Untuk fasilitasinya, Iqbal mengatakan akan dibicarakan jika memang dibutuhkan.

Iqbal menyatakan, daripada berkoar-koar di jalanan, lebih baik para mahasiswa langsung bertemu para pengambil keputusan.

“Cara itu lebih ampuh dilakukan daripada berdemonstrasi,” kata dia kepada pewarta, Senin, 30 September 2019.

Iqbal menilai dialog menjadi cara paling efektif untuk mengungkapkan aspirasi. Karena berdialog baginya bisa lebih saling bertukar pemikiran, sehingga maksud dan tujuan demonstrasi lebih tersampaikan.

“Daripada di jalan, lebih bagus aspirasinya disampaikan langsung kepada yang mengambil keputusan. Apa yang menjadi masalah, apa aspirasinya. Dialoglah sebenarnya yang kita harus perbanyak,” kata Iqbal.

Ia pun menyarankan dua metode bila para demonstran ingin berdialog secara langsung. Pertama, mengirim beberapa perwakilan ke Jakarta. Kedua, menghadirkan langsung anggota DPR ke Kota Makassar.

“Lebih bagus kita utus beberapa teman, perwakilan, kalau perlu kita kirim ke Jakarta untuk berbicara dari wakil kita. Atau kita undang anggota DPR yang dari Makassar datang ke sini tergantung yang mana lebih efektif,” saran Iqbal.

Bila para mahasiswa ini memang membutuhkan, maka pihak pemerintah kota dikatakan Iqbal akan membicarakannya. Hal ini dikatakannya langsung jika memang dibutuhkan. Namun jika para mahasiswa tidak butuh difasilitasi, maka ia tetap menyarankan dialog.

“Kita nanti bicarakan kalau memang mereka membutuhkan. Tapi mungkin saja mereka tidak meminta memfasilitasi, karena sampai sekarang belum ada yang menghadap,” ungkapnya.

Selain itu, Iqbal juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu menonton aksi yang dilakukan mahasiswa. Baginya, aspirasi yang diutarakan saat domonstrasi bukanlah tontonan.

“Kami meminta kepada masyarakat, unjuk rasa itu bukan hiburan, sehingga tidak perlu ditonton. Daripada terjadi hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini