Sarankan Jokowi Turun Tangan, Politisi Demokrat: Mendag sudah Tidak Mampu Kendalikan Tata Niaga Minyak Goreng

Sarankan Jokowi Turun Tangan, Politisi Demokrat: Mendag sudah Tidak Mampu Kendalikan Tata Niaga Minyak Goreng

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution menanggapi soal kelangkaan minyak goreng yang akhir-akhir ini menjadi polemik dan ramai dibicarakan.

Politisi Demokrat ini meminta Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk turun tangan sebab menurutnya, Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan sudah tak sanggup mengendalikan tata niaga minyak goreng.

“Mendag M. Lutfi sudah tidak mampu mengendalikan tata niaga migor. Presiden Jokowi sebaiknya segera turun tangan,” kata Syahrial Nasution melalui akun Twitter pribadinya pada Senin, 21 Februari 2022.

“Seperti halnya saat mengendalikan harga tes PCR dan Antigen. Tidak menunggu semakin banyak kepala daerah yang keheranan karena apa yang disampaikan Mendag tidak terbukti di lapangan,” sambungnya.

Bersama cuitanya, Syahrial Nasution membagikan cuitan berisi berita berjudul “Produksi Surplus, Khofifah Heran Minyak Goreng Masih Langka”.

Baca Juga

Dilansir dari berita CNN Indonesia tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa produksi minyak goreng di wilayah provinsi itu melimpah, bahkan bisa dikatakan melebihi kebutuhan pasar.

Oleh karena itu, ia pun merasa heran mengapa masih terjadi kelangkaan komoditas minyak goreng di pasaran.

Ia merinci bahwa produksi minyak goreng di Jatim mencapai 63 ribu ton per bulan, sedangkan kebutuhan hanya 59 ribu ton.

“Kebutuhan minyak goreng di Jatim, sedianya sebanyak 59 ribu ton per bulan. Untuk produksi minyak goreng 63 ribu ton. Harusnya masih ada surplus 4 ribu ton,” kata Khofifah pada Minggu, 20 Februari 2022.

Karena heran dengan kelangkaan minyak goreng di pasaran, Mantan Menteri Sosial ini mendalami hal tersebut dengan mengunjungi ke pabrik produksi minyak di Jatim.

“Di pasar, minyak gorengnya langka. Berarti ada rantai yang terputus, dari produsen ke konsumen, dari produsen ke konsumen, ini kan melewati jalur-jalur distribusi,” ucapnya.

Untuk itu, Khofifah meminta kepada seluruh Bupati dan Wali Kota untuk bersama-sama ikut melakukan operasi pasar agar masyarakat bisa segera mendapatkan pasokan minyak goreng dengan harga yang terjangkau.

“Mohon bupati dan wali kota, ikhlas melakukan operasi minyak goreng yang sama, memberikan layanan perlindungan kepada seluruh masyarakat di Jatim,” harapnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.