Terkini.id, Jakarta – Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri R Said Sukamto Kramat Jati Jakarta berhasil mengidentifikasi satu jasad penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di Kepulauan Seribu.
Jasad penumpang Sriwijaya Air itu adalah Okky Bisma. Ia diketahui merupakan pramugara yang bertugas di pesawat tersebut.
Jasad Okky Bisma teridentifikasi setelah Tim DVI RS Polri melakukan pencocokan data ante mortem dan post mortem terhadap jenazah.
“Tim ante moterm dan post mortem telah bekerja dan pada hari ini tim juga melakukan rekonsiliasi. Satu korban teridentifikasi atas nama Okky Bisma,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, Senin 11 Januari 2021 seperti dikutip dari Suara.com.
Rusdi juga mengungkapkan bahwa sejauh ini pihaknya telah menerima 17 kantong jenazah korban Sriwijaya Air SJ182.
- Alumni Teknik Unhas Angkatan 87 Bersiap Gelar Reuni di Kota Malang
- Puluhan UMKM Ikuti UMK Academy 2026 di Makassar, Fokus Green Business dan Digital Marketing
- Grand Opening Bursa Sajadah Makassar, Kemenhaj Sulsel: Jawaban Kebutuhan Jamaah dan Peluang UMKM Lokal
- Pengabdian Kepada Masyarakat: UNM Sukses Melaksanakan Pelatihan Budidaya Tanaman Secara Kultur Jaringan di SMKN 3 Takalar
- Tekan Angka Kecelakaan Pelajar, Asmo Sulsel Gelar Safety Riding di SMAN 10 Gowa
Hingga kini, kata Rusdi, pihaknya masih terus berkerja identifikasi terhadap para korban.
Rusdi juga mengungkapkan sampai pukul 17.00 WIB hari ini sudah ada 53 sampel DNA dari keluarga penumpang Sriwijaya Air SJ182.
“Sampai jam 17.00 WIB tim DVI telah menerima sampel DNA dari keluarga korban itu sebanyak 53 sampel DNA,” ujarnya.
Diketahui, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ182 dengan rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.
Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di sebelah utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11 ribu kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13 ribu kaki.
Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya, yakni 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan terjadi karena faktor cuaca.
Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi pada1994 itu membawa 62 orang, terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru.
Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
