Sebelum Kampanye Dialogis, Danny Berziarah ke Makam Pangeran Diponegoro

Terkini.id, Makassar – Calon Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyambangi Kecamatan Wajo untuk menggelar kampanye dialogis. 

Pada kesempatan itu, Danny menyempatkan waktu berziarah ke makam pahlawan nasional, Pangerang Diponegoro, Minggu, 25 Oktober 2020.

“Kami datang kesini karena kita tau disini adalah makam pahlawan nasional Pangerang Dipenogoro,” ujar Danny saat bersilaturahmi dengan rumpun keluarga Pangerang Diponegoro, di Jalan Diponegoro, Kelurahan Melayu.

Baca Juga: Usung Tema ‘Makassar Recover’, Pemilihan Duta Bahasa Inggris Tingkat SMP...

Turun dari mobil, mengenakan kopiah hitam, dibalut kemeja berwarna orange, seragam khas ADAMA, rumpun keturunan atau keluarga besar Pangeran Diponegoro menyambut paslon nomor 1 dengan antusias diliputi suasana kekeluargaan. 

Danny mengatakan, nilai dan cita-cita luhur pangeran Diponegoro kepada bangsa Indonesia tidak boleh padam. Semangat dan keberaniannya hari ini menjadi inspirasi untuk perjuangan ADAMA mengarungi Pilkada Makassar.

Baca Juga: Video Viral Aksi Tarung Bebas di Makassar, Danny Pomanto Ajak...

“Sebab penjajahan tidak hanya di masa lampau. Tapi penjajahan selalu saja punya tempat dan potensi, solusinya adalah berjuang. Satu kata, lawan,” kata Danny.

Danny mengisahkan bahwa watak para penjajah di masa lalu adalah mengadu domba, menginvasi, mengintimidasi, menindas, dan merampas hak rakyat.

Oleh karena itu, generasi pelanjut tidak boleh lengah dan lemah, terus bergerak melawan segala hal yang membelenggu. Juga melawan segala bentuk penindasan, baik itu permainan hukum, dan hoaks yang menjadi musuh bersama bangsa ini. 

Baca Juga: Wali Kota Makassar Evaluasi Pelayanan Kapal Umsini, Pasien Isolasi Covid-19...

“Gerakan kita hari ini adalah gerakan mengisi kemerdekaan. Kita harus paham betul makna kemerdekaan itu. Nah merekalah inspirasi kita, para pahlawan nasional yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi NKRI,” serunya.

Danny menambahkan, ziarah ke makam para raja adalah sebuah bentuk penghormatan, menjadi tempat perenungan untuk penguatan perjuangan di masa depan.

“Perjuangan hari ini untuk Pilkada Makassar hanya sebagian kecil dari apa yang beliau-beliau harapkan. Insya allah harapan dan cita-cita beliau akan kita wujudkan di 2020,” tegas Danny diserta teriakan ‘ADAMA, TUNGGUMA bersahut-sahutan. 

Sementara, salah satu kerabat turunan Pengerang Diponegoro, Raden Hamzah Diponegoro, mengemukakan, bahwa pilkada Makassar adalah momen mencari satu dari sekian banyak pilihan masa depan. 

“Kami harapkan pemenang Pilkada ini menghasilkan hal-hal yang dapat melanjutkan kebaikan. Utamanya pengembangan nilai-nilai nasionalis, peduli pada pelestarian budaya, utamanya program pemeliharaan situs sejarah makam Pangerang Diponegoro di Makassar,” pungkasnya.

Bagikan