Terkini.id, Makassar – Perahu tradisional yang dibuat oleh para pengrajin kapal di Bulukumba, yakni Padewakkang sebelumnya mulai berlayar menuju Darwin, Australia pada November 2019 lalu.
Perahu bernama Nur Al Marege tersebut sebelumnya sempat berlabuh di Makassar pada Minggu 8 Desember 2019, lalu melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Selayar, Flores, Saumlaki Kepulauan Tanimbar, hingga Darwin Australia.

Setelah lebih dari sebulan berlayar, Perahu Padewakang pun tiba dengan selamat di Darwin, Australia, Rabu pagi 29 Januari 2020.

- Pupuk Indonesia dan Petani Klarifikasi Pemberitaan Soal HET dan Paket Penjualan di Bone
- Ancaman El Nino Mengintai, Anggota DPRD Makassar Hj Umiyati Minta Direksi Definitif PDAM Segera Ditetapkan
- Dinkes Jeneponto Perkuat Koordinasi dan Sinergi Program Percepatan Penurunan Stunting 2026
- DPRD Sulsel Dalami Polemik Seleksi Paskibraka, Kesbangpol Bantah Tes Bahasa Daerah Jadi Penentu
- Wali Kota Makassar Dukung Penuh Delegasi Paskibraka Menuju Seleksi Nasional 2026
Pelayaran kapal tradisional tanpa mesin dan mengandalkan dua layar seperti bentuk asli Padewakang itu, merupakan prakarsa antropolog maritim Horst H Liebner.
Para awak kapal melakukan perjalanan dengan kapal tradisional itu dengan maksud untuk melakukan napak tilas para pelaut Bugis-Makassar yang sering malakukan pelayaran ke Darwin Australia di masa silam.

Kapal Nur Al Marege yang dibawa pelaut tersebut merupakan perahu pesanan Abu Hanifa Institute (sebuah lembaga pendidikan di Australia) yang membawa misi persahabatan dan kebudayaan.
Ridwan Alimuddin, penulis dari Mandar yang ikut dalam pelayaran tersebut mengabarkan di media sosial bahwa Nur Al Marege kini berlabuh di Cullen Bay Marina, di Darwin, Australia.
Ridwan bercerita, selama lebih dari sebulan sejak dilepas di Tanah Beru, Bulukumba, bermacam tantangan di laut menjadi bagian dari pengalaman para pelaut tangguh ini. Mulai dari cuaca ekstrem dan ombak tinggi, sampai Layar robek, tiang patah, bahkan kemudi juga pernah patah.

“Terima kasih doa keluarga dan para sahabat, kami akhirnya bisa selamat sampai ke Australia,” ujar Ridwan melalui akun facebooknya.
Ridwan mengaku setiap kali melihat tanda-tanda cuaca buruk dan badai, tim Padewakang tidak memaksakan diri berlayar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
