Terkini.id, Jakarta – Mantan Petinggi Partai Demokrat, Max Sopacua menyebut Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY terlalu panik menanggapi isu kudeta di internal partai tersebut.
Menurut mantan wakil ketua umum Partai Demokrat ini, AHY sudah terlalu jauh menanggapi isu kudeta tersebut.
Pasalnya, kata Max, dirinya juga bahkan disebut-sebut sebagai dalang dari kudeta itu.
“Saya senang dengan orang-orang muda, supaya partai modern ke depan. Tapi sekarang, dia baru dicolek sedikit panik, nyerempet ke kiri dan ke kanan, bahkan nama saya disebut-sebut mendalangi kudeta, ini terlalu jauh,” ujar Max Sopacua, Kamis 4 Februari 2021 seperti disitat dari siaran CNN.
Ia pun menyayangkan pemikiran AHY dalam menanggapi persoalan tersebut lantaran Putra Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menyebut prahara di internal Partai Demokrat sebagai kudeta.
- Libur Sekolah, Asmo Sulsel Ingatkan Orang Tua Utamakan Keselamatan Saat Membonceng Anak
- Bupati Gowa Siap Hadiri Peletakan Batu Pertama Pondok Pesantren Madani Parmusi
- Pemkot Makassar dan PMM Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Pengemudi Ojol
- Tim Pegasus Polres Jeneponto Ringkus 3 Warga Ka'nea Terkait Kasus Pengeroyokan
- Satresnarkoba Polres Jeneponto Ungkap Penyalahgunaan Sabu, Tiga Pelaku Ditangkap, Diantaranya Oknum Kades
Padahal, kata Max, kudeta adalah pengambilalihan paksa kekuasaan dengan militer seperti halnya yang terjadi di Myanmar. Sementara yang ada di Demokrat murni hanya persoalan politik biasa.
Oleh karenanya, ia menilai cara berpikir AHY sudah terlalu jauh seperti orang yang baru masuk ke politik.
“Tak ada kudeta. Yang ada ketidakpuasan sekelompok orang yang mengakibatkan terjadinya KLB. Jangan terlalu jauh, seperti orang baru masuk ke politik. Ini persoalan internal,” tegas Max Sopacua.
Mengutip Hops.id, Max juga menyinggung pendapat yang menyebut sejumlah senior Partai Demokrat terlibat dalam konflik tersebut.
Menurutnya, hal itu malah hanya akan menggali kelemahan dari dua kubu yang justru akan mempercepat proses terjadinya Kongres Luar Biasa (KLB).
Sebab, menurut Max, banyak kader Demokrat yang merasa kepemimpinan AHY saat ini cacat hukum dan inkonstitusional. Maka itu, ketimbang dibuka borok ke publik ia menyarankan agar AHY bisa menyelesaikan masalah ini secara internal partai.
“Ini saat ada Pak Moeldoko, kita kebakaran jenggot, kita panik bertanya apa presiden merestui. Asal tahu, Moeldoko punya hak untuk maju calon presiden, maju jadi lurah, RT, dia punya hak. Pak Jokowi juga tidak pada tempatnya melarang. Apalagi di 2024 Jokowi selesai. Apakah itu salah, dan harus diminta klarifikasinya,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
