Sebut Anies Langgar Pancasila, Pengamat: Dia Harus Diseret ke Pengadilan

Sebut Anies Langgar Pancasila, Pengamat: Dia Harus Diseret ke Pengadilan

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait pembangunan Masjid At Tabayyun di lokasi ruang terbuka hijau menuai polemik. Bahkan, hal itu dinilai telah melanggar nilai-nilai Pancasila.

Hal tersebut diungkapkan pengamat politik dari Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN Institute), Mualimin. Menurutnya, kebijakan Anies Baswedan itu termasuk politik identitas yang merusak kebhinekaan dalam Pancasila.

Sekadar diketahui, polemik itu berawal dari pembangunan masjid tersebut yang dinilai tidak berada di lokasi semestinya dan bahkan menempati wilayah ruang terbuka hijau untuk tempat umum.

Menurut Mualimin, kebijakan pembangunan masjid itu jelas-jelas telah melanggar nilai-nilai kebhinekaan yang tertuang dalam Pancasila.

Lantaran hal itu, Mualimin pun meminta agar Anies segera diseret ke pengadilan karena kerap mengeluarkan kebijakan yang berlawanan dengan semangat Pancasila.

Baca Juga

“Anies harusnya diseret ke meja hijau karena kebijakannya melawan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara NKRI,” ujar Mualimin, Senin 30 Agustus 2021 seperti dikutip dari GenPi.

Mualimin mengatakan, seharusnya Anies memahami bahwa taman dipakai sebagaimana mestinya yakni untuk wahana tempat bersantai untuk semua pemeluk agama.

Selain itu, ia menilai jumlah masjid di Jakarta sudah terlalu banyak. Bahkan, menurut Mualimin, tak jarang waktu shalat tiba masjid-masjid hanya diisi oleh sejumlah orang saja.

“Sudah terlalu banyak masjid di Jakarta, sampai sampai waktu sholat cuma terisi sebaris dua baris shaf,” tuturnya.

Mualimin juga berpendapat, pembangunan masjid yang dilakukan Anies tersebut merupakan proyek yang bertentangan dengan semangat Piagam Madinah yang diajarkan Nabi Muhammad.

Oleh karena itu, ia menilai Anies Baswedan lebih cocok menjadi gubernur di Kota Kabul, Afghanistan.

“Anies lebih cocok jadi Gubernur di Kabul, Afghanistan ketimbang di Jakarta,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.