Sebut BuzzeRp Gembel Bayarannya Kecil, Geisz Chalifah: Yang Besar Cuma Tololnya Nambah Banyak

Sebut BuzzeRp Gembel Bayarannya Kecil, Geisz Chalifah: Yang Besar Cuma Tololnya Nambah Banyak

R
Resty

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Komisaris Ancol, Geisz Chalifah menyinggung soal “buzzeRp gembel” yang bayarannya kecil, namun dosanya tetap sama dengan yang bergaji besar.

“Yang kasihan BuzzerRp yang gembel-gembel itu,” katanya melalui akun Twitter GeiszChalifah pada Sabtu, 21 Agustus 2021.

“Udah bayarannya kecil, dosanya tetap sama, yang besar cuma tololnya nambah banyak,” tambahnya.

Bersama pernyataannya, Geizs Chalifah membagikan artikel berjudul “Membongkar Jaringan Buzzer: Mulai dari Tingkatan, Cara Main, Hingga Besar Gaji”.

Dalam artikel yang diterbitkan Warta Berita itu, dipaparkan pernyataan dari Dr Wijayanto yang merupakan Direktur Center for Media and Democracy Lembaga Penelitian Pendidikan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Jakarta.

Baca Juga

Wijayanto menyebutkan bahwa dalam ”organisasi” buzzer, ada yang disebut front liner, Koordinator, dan tangan kanan politikus. 

“Kami sampai mengetahui siapa mereka,” ungkapnya.

Wijayanto merinci bahwa di barisan front liner, para buzzer terbagi ke dalam berbagai bidang.

Ada yang tugasnya menciptakan meme, grafik, narasi kata-kata, mengunggah, dan memperbanyak. 

Mereka ini, kata Wijayanto, umumnya orang yang direkrut lewat bayaran antara Rp2 juta sampai Rp 3 juta per bulan atau ratusan ribu rupiah per minggu.

Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa di atas front liner ada Koordinator. Namun, katanya, para front liner itu tidak tahu siapa nama Koordinator mereka.

“Di atas koordinator itu belum langsung si politikus, tapi tangan kanan politikus,” ujar Wijayanto. 

“Akhirnya, kami tahu tagar apa arahnya ke politikus dari mana,” tambahnya.

Wijayanto juga menambahkan bahwa di luar posisi di atas, ada ada yang disebut influencer

“Buzzer pasti tidak pakai nama asli. Kalau influencer menggunakan nama asli,” bebernya.

Menurutnya, influencer itu mainnya halus. Sementaea, buzzer-lah yang memanfaatkannya habis-habisan. Bisa jadi antara influencer dengan buzzer tidak ada hubungan sama sekali.

Wijatanyo bahkan memberikan contoh cara kerja buzzer ketika ramai KLB Partai Demokrat. 

“Pak Mahfud pernah bilang, Pak SBY kan juga melakukan hal yang sama ketika Muhaimin mengambil alih PKB dari Gus Dur,” ujar Wijayanto.

“Lalu buzzer memanfaatkan ucapan itu dengan menciptakan #SbyKenaKarma,” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.