Terkini.id, Jakarta – Isi ceramah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang menyerukan agar penghina Nabi Muhammad SAW dipenggal jika tidak diproses oleh aparat berwajib menuai komentar dari Jimly Asshiddiqie.
Lewat cuitan di Twitter miliknya, Rabu 18 November 2020, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu membagikan cuplikan video ceramah Rizieq Shihab berdurasi 40 detik yang ditayangkan kanal YouTube Front TV.
Dilihat dari video tersebut, tampak Rizieq sedang menyampaikan ceramah di hadapan sejumlah orang.
Dalam ceramahnya itu, ia menyinggung kinerja aparat kepolisian yang tidak menindak tegas penghina Nabi Muhammad SAW.
Rizieq pun mengatakan, jika para penghina tersebut dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan kejadian pemenggalan penghina Nabi seperti di Prancis juga akan terjadi di Indonesia.
- MIWF 2026 Resmi Dibuka, Walikota Appi Tegaskan Komitmen Bangun Ruang Budaya di Makassar
- PMSM SulSel Dorong Transformasi Kepemimpinan lewat Coaching Culture di HR Meet and Talk 2026
- SERABI 2026 Jadi Ajang Grab Edukasi UMKM Perempuan Kelola Bisnis Anti Boncos
- Bank Sulselbar dan Pemkab Bone Sepakat Lanjutkan Kolaborasi Layanan Publik
- Pemkot Makassar Kembangkan LONTARA+ Berbasis Website, Warga Makin Mudah Mengakses Layanan
“Saya imbau kepada pemerintah, khususnya kepada Kepolisian kita kasih tau,Kalau tidak mau terjadi peristiwa seperti di Perancis, penghinaan nabi dipenggal, penista-penista agama proses dong,” ujar Rizieq dalam video tersebut.
Ia pun menegaskan, jika para penista agama tersebut tidak diproses, maka jangan salahkan apabila peristiwa pemenggalan seperti di Prancis juga terjadi di Indonesia.
“Kalau tidak diproses, jangan salahkan umat Islam kalau besok kepalanya ditemukan di jalanan,” tegasnya.
Menanggapi isi ceramah Rizieq tersebut, Jimly Asshiddiqie menilai pernyataan Habib Rizieq tersebut mengandung unsur provokasi dan bersifat menantang serta penuh kebencian.
Oleh karenanya, ia meminta aparat penegak hukum untuk menindak Rizieq Shihab terkait isi ceramahnya itu.
“Ini contoh ceramah yang bersifat menantang & berisi penuh kebencian & permusuhan yang bagi aparat pasti harus ditindak,” cuit Jimly Asshiddiqie di Twitter miliknya, Rabu 18 November 2020.
Jimly Asshiddiqie juga menilai jika provokasi Rizieq tersebut dibiarkan dan tidak ditindak secara hukum, maka dikhawatirkan akan semakin meluas ke publik.
“Jika dibiarkan provokasinya bisa meluas & melebar. Hentikan ceramah seperti ini, apalagi atasnamakan dakwah yngg mesti dengan hikmah & mau’zhoh hasanah,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
