Terkini, Makassar – PT Pertamina Patra Niaga resmi memberlakukan penyesuaian harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di seluruh wilayah Sulawesi mulai Rabu, 1 Juli 2026 pukul 00.00 WITA.
Penyesuaian ini mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Dalam penyesuaian kali ini, harga BBM nonsubsidi jenis gasoline beroktan tinggi dan diesel mengalami penurunan cukup signifikan.
Sementara itu, harga Pertamax (RON 92), Pertalite, dan Biosolar dipastikan tidak mengalami perubahan sebagai upaya menjaga stabilitas daya beli masyarakat.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga dilakukan melalui evaluasi berkala dengan mempertimbangkan dinamika harga minyak dunia, aspek fiskal, serta kondisi perekonomian nasional.
- Cobig Tour Bantah Pernyataan Garuda Indonesia, Tegaskan Visa 361 Jamaah Umrah Sudah Terbit
- Hut Bhayangkara Ke-80, Polres Jeneponto Bagikan Bantuan, Waujudkan Kepolisian Hadir Di Hati Rakyat
- Wabup Gowa Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Sinergi Pemkab dan Polri
- Disparpora Bulukumba Gandeng Tim Riset Ciputra Makassar Perkuat Strategi Pariwisata Berkelanjutan
- Di Rakernas APEKSI 2026: Wali Kota Makassar Munafri Dorong Penguatan Ketahanan Bencana dan Pangan
“Sesuai yang kita ketahui, penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah,” ujar Kitty Andhora dalam keterangan resminya, Rabu (1/7/2026).
Berdasarkan daftar harga terbaru, Pertamax Turbo (RON 98) turun dari Rp21.200 menjadi Rp19.750 per liter atau berkurang Rp1.450 per liter. Selanjutnya, Pertamina Dex (CN 53) turun dari Rp25.350 menjadi Rp21.650 per liter atau turun Rp3.700 per liter.
Sementara itu, Dexlite (CN 51) juga mengalami penurunan harga dari Rp23.500 menjadi Rp20.150 per liter atau lebih rendah Rp3.350 per liter.
Adapun harga Pertamax (RON 92) tetap berada di angka Rp16.650 per liter. Harga Pertalite juga tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi tidak berubah di level Rp6.800 per liter.
Menurut Kitty, Pertamina tidak hanya menghadirkan harga yang kompetitif, tetapi juga terus menjaga kualitas setiap produk BBM agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Selain menghadirkan harga yang kompetitif, kami juga terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar,” katanya.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk selalu memperoleh informasi harga BBM dari kanal resmi. Daftar harga terbaru dapat diakses melalui menu Product Price di platform MyPertamina, sementara informasi layanan dan produk Pertamina juga tersedia melalui Pertamina Customer Solution 135 serta media sosial resmi Pertamina Patra Niaga.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
