Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli mengatakan bahwa Front Pembela Islam (FPI) telah lama terlibat terorisme.
Namun, menurut Guntur Romli, fakta-fakta soal keterlibatan FPI ini baru terbuka sekarang.
Ia juga menyinggung bahwa karena keterlibatan FPI inilah, Presiden Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dulu pernah menyerukan pembubaran FPI.
“Uda dari lama FPI memang terlibat terorisme, makanya sejak lama Gus Dur juga sudah teriak bubarkan FPI,” kata Guntur Romli.
“Fakta-faktanya baru terbuka sekarang,” tambahnya, seperti dikutip Terkini.id di akun Twitter resminya pada Senin, 24 Januari 2022.
- Abu Janda Jadi Penjilat Prabowo, Guntur Romli Sebut Tidak Ada Makan Gratis
- Guntur Romli Sentil AHY Soal G20: Dia ini Dangkal Komennya
- Guntur Romli Sindir Buzzer Anies, Capres Nasdem Itu Dianggap Caper ke Gibran Buntut Tak Dapat Restu dari Jokowi
- Guntur Romli, 5 Alasan Koalisi Anies Baswedan Gagal Deklarasi
- Jusuf Kalla Sebut Semakin Anies Baswedan Direndahkan Maka Akan Semakin Populer
Bersama pernyataannya, Guntur Romli melampirkan berita berjudul “Sidang Munarman, Terpidana Teroris JAD Akui Kirim Anggota FPI ke ISIS”.
Dilansir dari berita CNN tersebut, terpidana kasus terorisme sekaligus anggota Jemaah Ansharut Daualah (JAD), Koswara mengaku mengirimkan beberapa anggota FPI ke ISIS pada 2015 silam.
Hal ini disampaikan Koswara saat diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana terorisme yang menjerat mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).
Pengakuan ini diungkap saat Kuasa hukum Munarman bertanya kepada Koswara darimana ia mengetahui bahwa kliennya merupakan Panglima FPI.
Mereka bertanya apakah hal itu merupakan pengetahuan Koswara sendiri atau diberitahu oleh orang lain.
“Apa bapak menjawab ini atas dasar pengetahuan bapak, atau bapak diberitahu terus mengiyakan?” tanya pengacara Munarman dalam sidang yang digelar di PN Jaktim pada Rabu, 19 Januari 2022.
Koswara lalu menjawab, “Saya kerjaannya ngisi kajian, sebagian orang-orang yang saya transfer ke ISIS itu orang FPI.”
“Di antara orang-orang yang saya berangkatkan ke ISIS pada 2015 saat saya kena tindak pidana terorisme itu ada beberapa orang yang memang dari jemaah FPI,” tambahnya.
Koswara mengaku tak pernah bertemu dengan Munarman. Namun, katanya, semua orang mengetahui siapa Munarman.
Ia juga mengaku mengetahui Munarman sebagai Panglima FPI dari media massa.
“Bahkan saya ngefan sama Pak Munarman itu, jadi saya tahu status sebagai Panglima FPI dan lain-lain dari media massa, semua tahu,” ungkapnya.
Sekedar informasi, Munarman didakwa telah menggerakkan orang untuk melakukan tindakan teror dan membantu tindakan terorisme.
Ia disebut menghadiri acara baiat kepada ISIS dan Abu Bakar Al Baghdasi di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.
Selain itu, Munarman juga disebut menghadiri acara baiat yang sama yang dikemas dalam agenda Tabligh Akbar FPI di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Bukan hanya itu, Munarman juga disebut mengajak peserta forum di UIN Sumatera Utara untuk mendukung ISIS.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
