Terkini.id, Jakarta – Aktivis Nahdhatul Ulama (NU) Mohamad Guntur Romli kembali menyindir soal Front Pembela Islam (FPI) yang telah dibubarkan pemerintah.
Dia merasa, setelah FPI dibubarkan, berbagai narasi terkait Partai Komunis Indonesia atau PKI yang akan bangkit dan semacamnya, sudah menghilang dari media sosial.
“Sejak FPI tidak ada, PKI juga tidak ada. Artinya yang selama ini ngomong dan ‘promosiin’ PKI emang FPI,” tulis Guntur Romli lewat media sosialnya.
Netizen merespons itu dengan tanggapan bermacam-macam.
“Orang yang menyukai sesuatu, Akan selalu menyebut sesuatu itu sendiri…. Yang suka nyebut pekai ya FPI,” tulis akun JurigKuris.
- Denny Siregar Sebut Tidak Ada Penyobekan Tenda Kalau FPI yang Beri Bantuan
- Soal Istilah, Habib Rizieq Minta Pelacur Jangan Dikasih Julukan yang Bagus
- Ramai Tagar Bongkar Pembantai KM 50, Denny Siregar: Ada yang Menari di Kasus Ferdy Sambo
- Kasus Irjen Ferdy Sambo Dikaitkan Peristiwa KM50, Denny Siregar: Gak Laku, Bos!
- Pengamat Sebut Habib Rizieq Bukan Lagi Magnet Politik, Aziz Yanuar: Tidak Perlu Menanggapi Tiap Pendapat
Ada juga yang menambahkan terkait kenyataan banyak atribut PKI yang sengaja dibuat oleh simpatisan FPI. Tentu dengan tujuan dibakar saat menggelar demonstrasi anti-PKI.
“Karena rekening nya diblokir, jadi udah tidak sanggup lagi untuk mencetak atau membuat bendera PKI. Pak Gatot pun tidak mampu untuk menangkap atau membekuk satu orang pun PKI,” tulisnya lagi.
Namun ada juga netizen yang tidak sepakat, karena selama ini FPI sudah melakukan aksi pemberantasan kemungkaran atau nahi mungkar.
“Setelah FPI dibubarkan investasi miras dibuka dan dilegalkan, mau jadi apa negeri ini, karena pintu kejahatan dan kamaksiatan telah dibuka dan satu-satunya ormas yang berani dan konsisten memerangi ini hanyalah FPI,” tulis Amir Mahmud.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
