Sebut JK Jagokan Anies karena Gampang Diatur, DS: Dulu Pengennya Ngatur Jokowi

Sebut JK Jagokan Anies karena Gampang Diatur, DS: Dulu Pengennya Ngatur Jokowi

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar (DS) menilai bahwa mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) dulu ingin mengatur Presiden Joko Widodo alis Jokowi, namun Jokowi pintar menghindar.

Sehingga, menurutnya, kini Jusuf Kalla menjagokan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang digadang-gadangkan akan maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Jagoan pak JK sekarang memang cuman Anies, ga ada lagi yang lain. Karena Anies gampang diatur,” kata Denny Siregar melalui akun Twitter pribadinya pada Kamis, 4 November 2021.

“Dulu pengennya ngatur Jokowi, tapi ternyata pakde jauh lebih lihai menghindar. Ini pertarungan orang tua-orang tua, Mega dan JK. SP masih liat-liat situasi,” tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari mengatakan bahwa mantan Jusuf Kalla akan mendukung Anies Baswedan untuk maju sebagai Calon Presiden (Capres) 2024.

Baca Juga

“JK akan mendorong dan mengusahakan habis-habisan agar Anies Baswedan bisa maju sebagai Capres pada Pilpres 2024,” ujarnya pada Minggu, 31 Oktober 2021, dilansir dari GenPI.co.

Qodari bahkan menilai bahwa Jusuf Kalla akan menjadi tokoh utama yang menentukan bagi Anies Baswedan pada Pilpres 2024.

“Kelebihan Pak JK adalah seorang dealmaker, seperti Donald Trump pandai mempertemukan dan membuat deal antara kelompok-kelompok yang berbeda,” jelasnya.

Bukan hanya Qodari pengamat politik dari Universitas Andalas bernama Asrinaldi juga menilai bahwa kans menang Anies besar jika didukung Jusuf Kalla pada Pilpres 2024.

“Sangat besar (peluang menang, red), karena Anies punya kedekatan emosional dengan JK,” ujarnya

Asrinaldi menyebut dukungan yang diberikan Jusuf Kalla kepada Anies pada Pilpres 2024 akan sangat menguntungkan.

Sebab, menurutnya, Jusuf Kalla adalah tokoh nasional yang sudah malang melintang dalam politik pada zaman Orde baru dan Reformasi.

Selain itu, ia menilai bahwa Ketua Dewan Masjid Indonesia itu mempunyai jaringan politik yang luas.

“Tentu bisa dimanfaatkan sebagai kekuatan dalam aktivitas politik,” kata Asrinaldi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.