Terkini.id, Jakarta – Pegiat Media Sosial, Ferdinand Hutahaean memposting sebuah screenshoot yang berisi cuitan akun Twitter Farid Gaban dan juga Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
Terlihat dengan jelas, Farid Gaban memposting sebuah baliho kampanye Joko Widodo yang terdapat sebuah pesan terkait revolusi mental.
Dalam baliho tersebut tertulis dengan jelas, Joko Widodo mengatakan bahwa kita selalu berbicara mengenai fisik dan ekonomi. Namun, menurutnya kekurangan besar Indonesia adalah character building.
Dalam screenshot tersebut, Farid Gaban mengaku bahwa dirinya dahulu terpukau dengan kata-kata Joko Widodo. Tambahnya, Ia juga mengatakan bahwa dirinya berfikir kata-kata Joko Widodo itu serius.
Dalam hal ini, Susi Pudjiastuti mengomentari cuitan Farid Gaban dengan mengatakan ‘me too pak’.
- Susi Pudjiastuti Turut Bangga Atas Pencapaian Cakra Khan di America's Got Talent 2023
- Jokowi Tinjau Jalan Rusak Lampung, Susi Pudjiastuti: Pak @jokowi Sering-Seringlah Bilang Mau ke Daerah-Daerah
- Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Doakan Kiky Saputri Jadi Gubernur
- Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan Soal OTT KPK Tuai Berbagai Tanggapan
- Soal Ucapan Mahfud MD Tentang Pemilu dan SBY, Susi Pudjiastuti: Maksudnya Curang Itu Biasa?
“Dulu saya terpukau dengan kata-kata ini. Kupikir serius,” ujar Farid Gaban, seperti dilihat terkini.Id dalam postingan screenshot Ferdinand pada Jumat, 12 November 2021.
Dalam hal ini, Ferdinand Hutahaean yang juga merupakan Mantan Politisi Partai Demokrat menjelaskan, bahwa perubahan politik seseorang sangat wajar. Menurutnya, hal tersebut sebagai bagian dari dinamisnya politik yang dipengaruhi oleh pandangan politik seseorang.
Hal tersebut disampaikan Ferdinand Hutahaean melalui cuitan di akun Twitter pribadinya pada Jumat, 12 November 2021.
Lebih lanjut, Ferdinand Hutahaean menilai bahwa komentar yang dilontarkan oleh Susi Pudjiastuti bukanlah tentang dinamisnya politik.
Menurut Mantan Politisi Partai Demokrat tersebut, tindakan Susi Pudjiastuti bernuansa dilandasi rasa sakit hati setelah tidak menjabat.
“Perubahan politik seseorang itu wajar sebagai bagian dari dinamisnya politik yang dipengaruhi oleh pandangan politik seseorang,” kata Ferdinand.
“Tapi yang dilakoni oleh @sudipudjiastuti bukanlah tentang dinamisnya politik, tapi nuansanya dilandasi rasa sakit hati setelah tak menjabat. Itu sikap menjijikkan,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
