Terkini.id, Jakarta – Aktivis Kolaborasi Warga Jakarta, Andi Sinulingga mengungkit soal ambruknya tiang kereta cepat Jakarta-Bandung pada 2021 silam.
Andi Sinulingga menyinggung bahwa proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini adalah proyek kebanggaan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
“Proyek kebanggaan pak Jokowi ini ambruk,” kata Andi Sinulingga melalui akun Twitter @AndiSinulingga, seperti dikutip terkini.id pada Selasa, 26 Juli 2022.
“Proyek yang menguras APBN, proyek yang dulunya dijanjikan pak Jokowi dibangun tanpa gunakan APBN. Pak jokowi juga janji kereta api cepat ini sampe kota bandung, ternyata tidak. Anda berani beri gelar apa ke pak Jokowi?” sambungnya.
Bersama pernyataannya, Andi Sinulingga membagikan berita berjudul “Viral Video Tiang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ambruk, Ini Respons KCIC”.
- Said Didu Sorot Permintaan Jokowi ke China Terkait IKN hingga Singgung Kereta Cepat
- Dubes China, Lu Kang Sebut Kecelakaan Proyek Kereta Cepat Adalah Sebuah Tragedi
- Testing Kereta Cepat Jakarta Bandung, Waktu Tempuh Dari 200 Menit Kini Jadi 40 Menit
- Ungkit Janji Jokowi Tak Gunakan APBN untuk Bangun Kereta Cepat, Politisi Demokrat Beri Sindiran Menohok
- Bengkaknya Biaya Kereta Cepat, Gerindra: Jangan Manja Minta Dana APBN
Dilansir dari berita Kompas tersebut, pada 2021 lalu, sebuah video yang menampilkan kecelakaan dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam video itu, tampak sebuah pilar proyek kereta roboh dan menimpa dua ekskavator yang ada di sekitarnya.
Merespons hal tersebut, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) langsung memanggil kontraktor yang terlibat dan melakukan investigasi.
Perusahaan juga memberi teguran langsung kepada kontraktor terkait agar kejadian serupa tidak terulang.
“PT KCIC tidak mentolerir adanya kesalahan kontruksi yang melebihi dari toleransi yang dipersyaratkan,” kata Presiden Director PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi pada Rabu, 8 Desember 2021.
Dwiyana menyebut, kejadian itu berlangsung saat konstruksi pembongkaran pilar atau pier untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Menurutnya, berdasarkan hasil investigasi perusahaan, proses pembongkaran itu dilakukan tanpa mengikuti standar operasi yang berlaku.
“Kontraktor lalai dalam melaksanakan SOP sehingga pier menimpa ekskavator yang digunakan,” kata Dwiyana.
“Kami langsung memanggil kontraktor dan memberikan teguran agar semua pekerjaan dilakukan dengan SOP yang sudah ditetapkan oleh Tim Engineering dan SSHE sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi,” lanjutnya.
Dwiyana juga memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden robohnya tiang kereta apil tersebut. Operator di tempat kejadian disebut berhasil menyelamatkan diri.
“Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi Kami. Investigasi mendalam langsung dilakukan dan tinggal menunggu hasilnya,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
