Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Helmi Felis menilai Pemerintah sengaja memainkan emosi umat melalui persyaratan protokol kesehatan (prokes) dalam pelaksanaan tarawih.
Namun, Helmi Felis meminta masyarakat untuk tidak perlu menanggapi aturan Pemerintah soal tarawih ini.
Ia menilai lebih baik Pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi lebih baik langsung dilengserkan saja sebab negara ini sudah dikuasai para bajingan.
“Mereka sengaja mainkan emosi umat begini. Tidak perlu lagi ditanggapi,” kata Helmi Felis melalui akun Twitter pribadinya pada Kamis, 24 Maret 2022.
“Langsung Lengserkan saja, negri ini sudah dikuasai para-BAJINGAN! Tidak usah tanggapi, tinggal ketik Lengserkan Jokowi, bubarkan Rezim, tiap hari, sampai hari H. Bismillah kita bisa, gak usah takut! LAWAN,” sambungnya.
- Helmi Felis ke Jokowi: Bukan Percuma Pak! Tuanya Nanti Jadi Penipu, Umbar Janji Boro-Boro Ditepati
- PPP Dukung Ganjar Melaju di Pilpres 2024, Akun Helmi Felis Singgung Lambang Ka'bah: Memalukan
- Fahri Duga Anies Gagal Maju Capres, Helmi Felis: Please, Jangan jadi Dukun!
- Helmi Felis Sebut Anies Baswedan Tercatat Sejarah: Kakek Sampe Neneknya Frontliner!
- Ahmad Nuril Sebut Anies Pemimpin Ibu Kota Sukses, Helmi Felis: Mau Cari yang Gimana Lagi?
Bersama pernyataannya, Helmi Felis membagikan berita berjudul “Luhut Izinkan Tarawih Asal Pakai Masker hingga Sudah Vaksin Booster”.
Dilansir dari berita Detik News, Pemerintah bakal melakukan pelonggaran untuk salat tarawih. Kebijakan itu dilakukan menyusul menurunnya angka penularan Covid-19 di Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan.
Ia mengatakan bahwa pada Ramadan tahun ini, salat tarawih di tempat ibadah diperbolehkan.
“Tarawih boleh,” tegasnya pada Sabtu, 19 Maret 2022.
Kendati demikian, Pemerintah tetap memberikan beberapa syarat prokes, mulai dari haru mencuci tangan, memakai masker, dan telah menerima vaksin Covid-19 hingga dosis ketiga atau booster.
“Kita makanya nanti mau puasa ini supaya semua booster, supaya nanti Ramadan bisa lebih bebas. Kalau tarawih bisa lebih bebas, (barisan) rapat, tapi tangan dicuci, ini (masker) pasang, booster,” katanya.
Selain itu, Luhut mendorong masyarakat untuk lebih tertib dalam melakukan pencegahan penularan COVID-19 selama bulan Ramadan.
“Insyaallah kita bisa aman. Tapi kalau kita nggak disiplin, nanti kita di tengah-tengah Ramadhan naik kan, kita pusing. Jadi kita semua harus saling menjaga,” ujarnya.
Luhut mengungkapkan bahwa saat ini, tren kasus Covid-19 dalam negeri telah menurun, namun di Eropa kembali ada lonjakan jumlah kasus.
Apalagi varian baru dari virus Covid-19 masih ditemukan, misalnya omicron dan deltacron.
“Makanya kita mendorong semua pihak untuk mencegah kenaikan kasus COVID-19 lagi, selama Ramadhan 2022 nanti,” pungkas Luhut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
