Desak Bahar Smith Dibebaskan, Helmi Felis: Jangan Cederai Rasa Keadilan

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Helmi Felis mendesak aparat kepolisian segera membebaskan tersangka kasus penyebaran berita bohong soal pembunuhan enam laskar FPI, Habib Bahar Smith.

Desakan Helmi Felis agar aparat membebaskan Bahar Smith itu ia sampaikan merujuk pada pernyataan Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) laskar FPI terkait isi ceramah pendakwah itu yang menjadi rujukan hukum penangkapan.

Helmi Felis pun lewat cuitannya di Twitter, Jumat 14 Januari 2022, awalnya menanggapi kicauan seorang netizen dengan nama akun Lelaki_5unyi yang mengunggah video pernyataan TP3 Laskar FPI terkait isi ceramah Bahar Smith yang dinilai aparat merupakan informasi bohong.

Baca Juga: Sempat Viral Debat Sengit dengan Bahar Smith, Begini Nasib Danrem...

Sang netizen pengunggah video itu menyebut, berdasarkan pernyataan TP3 dalam video unggahannya tersebut Habib Bahar Smith (HBS) tidak menyebarkan berita bohong dalam isi ceramahnya melainkan fakta.

“Tuh kaaannnn…..!!! TP3 Bilang, HBS tidak menyebarkan berita Bohong, Apa yang disampaikan HBS adalah Fakta,” cuit netizen Lelaki_5unyi.

Baca Juga: Tuntut Jokowi, Ulama Garut: Bebaskan Bahar Smith dan Rizieq Sekarang...

Dalam video unggahannya itu, tampak Sekretaris TP3 enam laskar FPI Dr. Marwan Batubara mengungkapkan hasil penelitian dan kajian pihaknya terkait pembunuhan keenam pengawal HRS tersebut.

Marwan pun menyebut, pernyataan Bahar Smith dalam video ceramahnya soal enam laskar FPI disiksa sebelum dibunuh itu memang benar adanya.

Menurutnya, sebelum enam pengawal HRS itu dibunuh mereka memang benar-benar mengalami penyiksaan oleh aparat sebagaimana yang dinyatakan Bahar dalam isi ceramahnya yang menjadi rujukan hukum pendakwah itu ditangkap.

Baca Juga: Tuntut Jokowi, Ulama Garut: Bebaskan Bahar Smith dan Rizieq Sekarang...

“Dari penelitian dan kajian yang dilakukan oleh TP3, itu kita temukan bahwa pembunuhan sadis tanpa perikemanusiaan terhadap 6 pengawal HRS memang benar-benar didahului dengan penyiksaan para aparat negara sebagaimana dinyatakan oleh HBS (Habib Bahar Smith) dalam ceramahnya yang menjadi rujukan kenapa beliau ditangkap,” ungkapnya.

Selain itu, Marwan Batubara juga menyinggung sejumlah pasal yang menjadi rujukan hukum Bahar Smith ditangkap.

Adapun sejumlah pasal tersebut, kata Marwan, dijadikan rujukan bagi Polda Jawa Barat untuk menahan Bahar Smith atas dugaan penyebaran berita bohong terkait isi ceramahnya soal enam pengawal HRS disiksa sebelum dibunuh aparat.

“Atas dugaan penyebaran berita bohong, ini tanda kutip yah, HBS dijerat dengan pasal 15 ayat 1 dan 2 UU Nomor 1 tahun 46 atau pasal 28 tentang UU ITE. Jadi ini bahasa hukum penangkapan seperti yang disebarkan secara resmi oleh Polda,” tuturnya.

Menanggapi pernyataan TP3 Laskar FPI itu, Helmi Felis pun mendesak aparat kepolisian untuk segera membebaskan Bahar Smith agar rasa keadilan tidak tercederai.

“Bebaskan Habib Bahar bin Smith… Jangan cederai rasa keadilan.!,” tegasnya.

Bagikan